Kampanye "We Love Bali" libatkan 4000 influencer untuk promosikan liburan aman di pulau dewata

25 September 2020 - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI telah mengumumkan rencana program pemulihan pariwisata "We Love Bali" untuk menyelamatkan perekonomian dan industri pariwisata di Pulau Dewata. Kampanye ini rencananya akan dimulai pada Oktober atau November 2020.

Tujuan utama dari program ini adalah untuk menguji dan mempromosikan penerapan protokol perjalanan aman CHSE yang meliputi beberapa aspek Kebersihan/ Cleanliness, Kesehatan/ Health, Keselamatan/ Safety dan Lingkungan/ Environment di tempat-tempat wisata dan hotel di Bali. Akan ada 4000 peserta dari beragam kalangan termasuk travel blogger, fotografer, influencer, guru, pelajar, pegawai pemerintah, biro perjalanan, kelompok pariwisata lokal, komunitas milenial, dan media massa dengan rentang usia delapan belas hingga lima puluh tahun. Nantinya, seluruh peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok, dengan anggota maksimal empat puluh orang. Semua peserta diwajibkan untuk mempromosikan Era Baru Pariwisata Bali melalui platform media sosial mereka untuk mengedukasi followers mereka dalam mengunjungi pulau dewata dengan prosedur kesehatan yang tepat.

Pemerintah telah menginvestasikan sedikitnya dua puluh miliar rupiah untuk kampanye tiga hari dua malam ini; yang terdiri dari sepuluh itinerary yang telah dirancang untuk bagi masing-masing kelompok peserta. Beberapa organisasi telah ditunjuk untuk mengakomodir semua aspek dari program ini, PAWIBA akan menangani perihal transportasi, serta HPI & PHRI akan menyediakan hotel/ villa bagi semua tamu. Banyak komunitas seni yang menjual produk lokal melalui Usaha Kecil Menengah (UMKM) terdaftar juga akan didorong untuk mengikuti program ini. Namun, hanya mereka yang memiliki Sertifikasi Tatanan Kehidupan Era Baru yang valid yang diizinkan untuk berpartisipasi dalam kampanye "We Love Bali" ini. “Dengan program ini, kami berharap dapat menghidupkan kembali industri pariwisata di Bali, karena sedikitnya akan ada sekitar 350 industri pariwisata dan 8.000 tenaga kerja, serta pengusaha UMKM yang akan dilibatkan,” ujar Rizky Handayani, Deputi Bidang Produk dan Penyelenggara Acara Pariwisata, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada sebuah pertemuan yang berlangsung di Denpasar pada Selasa, 22 September 2020.

Meski Bali telah dibuka kembali untuk wisatawan domestik sejak akhir Juli lalu, namun nyatanya masih belum secara signifikan mempengaruhi pertumbuhan ekonomi global di Bali yang rusak parah akibat Covid-19 sejak Februari 2020 itu. Rata-rata, Bali dikunjungi lebih dari enam juta wisman. dan sepuluh juta turis domestik per tahun. Tapi sekarang, tingkat hunian hotel telah turun bahkan lebih rendah dari sepuluh persen selama tiga bulan terakhir.

Rencana kampanye ini diumumkan disaat Indonesia melaporkan 4.634 infeksi baru virus korona, sehingga total menjadi 262.022, dengan 10.105 kematian dan 60.064 kasus aktif. Sedangkan di Bali terdapat 119 infeksi baru virus corona, total 8.245, dengan 241 kematian dan 1.250 kasus aktif.