Vaccinations for Bali


Bahaya Kesehatan yang paling umum di Bali

Bali merupakan tempat yang lebih berkembang dibandingkan kebanyakan wilayah di Indonesia dan daerah pariwisata yang memenuhi standar internasional jika menyangkut kebersihan. Jika anda berencana mengunjungi daerah lain di Indonesia atau berpetualang dalam waktu lama ke daerah terpencil di Bali, maka langkah yang lebih hati-hati sangat disarankan.Karena vaksin harus diberikan sebelum tiba di tujuan liburan anda maka anda harus merencanakan strategi vaksin 4-8 minggu sebelum jadwal keberangkatan.

Malaria, DBD, Hepatitis A dsb d Bali

Vaksinasi dan vaksin yang dianjurkan untuk perjalanan anda ke Bali
Tetanus Diphteria Standar, imunisasi terakhir harus tidak lebih dari 10 tahun Vaksinasi yang sangat dianjurkan
Measles-mumps-rubella (MMR) Standar juga di "negara dunia pertama”" Vaksinasi yang dianjurkan
Typhoid Demam tipes terkait dengan spesies salmonella dikenal dengan Salmonella typhi. Gejala umumnya demam degan nyeri otot, mual, sakit perut dan masalah dengan buang air besar (diare atau konstipasi).Salmonella berpindah dari makanan atau air yang terkonaminasi. Manusia dapat terjangkit penyakit ini tanpa mengetahuinya. Jadi koki di restoran mungkin tidak mengalami gejalanya tapi karena ia mengolah makanan untuk anda maka dapat terjadi perpindahan tipes. Jika anda tinggal hanya sebentar di Bali dan minum serta makan di hotel dan resort maka vaksinasi biasanya tidak dianjurkan oleh kebanyakan dokter. Vaksinasi yang dianjurkan. Sangat dianjurkan jika anda tinggal lebih lama dan ingin mencicipi makanan pinggir jalan dan bepergian ke pelosok.
Hepatitis A Hepatitis A vaksinnya sangat dianjurkan bagi pengunjung negara berkembang termasuk Indonesia dan Bali. Hepatitis A is merupakan infeksi virus menyerang hati. Penyakit ini menduduki posisi kedua setelah diare yang sering menjangkit pelancong di seluruh dunia. Seperti demam tipes ia juga menyebar melalui makanan dan air yang terkontaminasi . Penyakit ini dapat juga didapat oleh kontak langsung dengan penderita. Jika petani atau pemilik warung terinfeksi dan mengolah makana mereka maka produknya dapat juga terkontaminasi. Gejalanya biasanya demam, mual, muntah dan sakit di perut. Seringkali Hepatitis A menyebabkan penyakit hati yang parah tapi dalam banyak kasus tidak menimbulkan komplikasi. Vaksinasin yang sangat dianjurkan
Kondisi medis dan penyakit lain
Rabies Penyebaran rabies terakhir pada tahun 2008 dan 2010 meningkatkan perhatian di antara pengunjung pulau Bali. Vaksinasi Rabies belum diharuskan jika anda datang ke Bali tapi mengingat bahwa anjing (dan monyet) yang berinteraksi dengan wisatawan bisa jadi menderita rabies, dan populasi anjing di Bali diperkirakan 500.000, vaksinasi bukanlah hal buruk sebelum datang ke sini. Hindari anjing jalanan , jangan terlalu dekat dengan mereka. Saat anda menaikkan tangan seolah hendak melempar batu, biasanya mereka lari menjauh. Jaga anak anda agar tidak bermain dengan mereka. Bali memberi vaksin tiap tahun kepada puluhan ribu anjing dan saat ini pemerintah memperkirakan sekitar 50% anjing liar telah divaksinasi. Menyisakan 50% lagi. Bali mendapat pemberitaan jelek akibat anjing dimusnahkan masal setelah rabies merebak tahunn 2010. Vaksinasi yang tidak begitu dianjurkan
Malaria Resiko umum terkena malaria di Bali sangat kecil. Di wilayah resort utamanya resiko terkena penyakit ini nyaris nol. Jika anda berencana mengunjungi pedesaan untuk waktu lama, atau sering melakukan pendakian, dsb. maka anda boleh mengkhawatirkan malaria prophylaxis. Tidak ada vaksinasi tersedia untuk malaria! Perlindungan terbaik ialah jangan tergigit nyamuk dan gunakan jaring nyamuk, kenakan pakaian panjang, celana panjang dsb. ketika misalnya anda menyusuri hutan. Resiko rendah, vaksin tidak tersedia, prophylaxis tidak diperlukan
Demam Berdarah Selain kecelakaan lalu lintas—bahaya kesehatan yang paling mengancam penduduk Bali dan pengunjung ialah demam berdarah. Tidak ada vaksin penawarnya, karenanya cara terbaik untuk mencegah DBD sebagaimana untuk Malaria jangan sampai tergigit nyamuk . DBD ialah penyakit yang mirip dengan flu dan sangat biasa di Bali. Seperti Malaria, DBD disebarkan oleh nyamuk meskipun berbeda jenis. Nyamuk Aedes bertanggungjawab pada gigitan berdarah umumnya di siang hari tapi juga di malam hari. Mereka dapat ditemukan utamanya di wilayah padat penduduk seperti ibu kota Denpasar. Penyakit ini terjadi sepanjang tahun. Ia bisa saja sangat menyakitkan, dan berakibat fatal dalam beberapa kasus. Gejala dasarnya selain demam, nyeri sendi dan otot, muntah, pening, mual. Biasanya gejalanya berlangsung beberapa hari hingga reda dan tidak ada komplikasi. Jika seseorang terjangkit infeksi DBD pertama kali ketika dewasa, seringkali tidak mengalami komplikasi. Untuk pasien yang menderita infeksi DBD sebelum usia 15 tahun dan terjangkit lagi kedua kalinya setelah dewasa, resiko komplikasinya tinggi. Resiko tinggi, tidak ada vaksin, cermati gigitan nyamuk secara umum.
Diare (Bali Belly) Di Bali Montezuma's revenge disebut juga Bali Belly. Secara umum penyakit terkait air dan makanan terkontaminasi bagi pelancong dunia, disebabkan oleh masalah kebersihan. Diare dapat menyeranng anda di Italia, Mesir, Meksiko…di seluruh dunia ketika dalam peralanan. Akan membatu jika membawa obat anti-diare umum - untuk berjaga-jaga. Meskipun diare tidak berbahaya pada kebanyakan kasus dan hanya menyebabkan anda menderita satu atau dua hari, tetap harus dicermati sebab kondisinya bisa menjadi serius. Jika gejalanya bertahan lebih dari 3 hari (72 jam) pergilah ke dokter. Juga, jika anda mengalami lebih dari tiga kali ke belaang selama 8 jam, muntah, keram, darah di kotoran dan demam maka anda memerlukan antibiotic. Resiko sedang, jangan minum air keran, hati-hati dengan makanan kaki lima
HIV Bali juga banyak memiliki prostitusi. Beberapa studi menunjukkan bahwa HIV tersebar di antara pekerja seks (hingga 30%!). Terdapat beberapa Penyakit menular seksual (PMS) yang biasa diderita oleh perempuan (lelaki) pekerja seks yang sulit dijelaskan saat mereka kembali pulang. Berhati-hatilah dan waspada.
Demam Kuning Vaksinasi tidak diperlukan secara umum untuk Bali Hanya diperlukan oleh pelancong yang tiba dari negara terinfeksi demam kuning (Afrika, Amerikas)