Vaksin Covid-19 kemungkinan baru tersedia di Bali awal 2021

8 Oktober 2020 - Indonesia rupanya telah membuat kemajuan yang cukup baik dalam pengembangan vaksin virus Corona. Presiden Joko Widodo telah menandatangani dan menerbitkan Surat Keputusan Presiden No. 99/2020 pada tanggal 5 Oktober 2020 lalu di Jakarta; Peraturan ini menjelaskan tentang peran Kementerian Kesehatan dalam penyediaan, distribusi dan pengelolaan seluruh proses vaksinasi di dalam negeri. Keputusan tersebut juga menugaskan perusahaan farmasi milik negara PT Bio Farma dalam pengadaan vaksin, sekaligus bekerja sama dengan lembaga internasional lainnya. Namun, sebelum didistribusikan secara besar-besaran kepada khalayak luas di tanah air; Tenaga kesehatan, militer dan penegak hukum akan diprioritaskan untuk menerima vaksinasi terlebih dahulu.


Beruntungnya, Bali telah terpilih sebagai salah satu daerah pertama di Indonesia yang akan menerima suplai vaksin pertama jika nanti stok telah tersedia. Simulasi vaksinasi Covid-19 juga telah dilakukan di Puskesmas Abiansemal I milik pemerintah Bali selama dua hari, 5-6 Oktober 2020. Simulasi ini bertujuan untuk menguji prosedur dan mempersiapkan tenaga medis sebelum dilaksanakannya vaksinasi masal awal tahun 2021 mendatang. Semua berjalan lancar selama persidangan; semua pihak terkait optimistis Bali bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain di Indonesia.


Meski hanya simulasi, Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, M Budi Hidayat memastikan semua vaksin yang diberikan kepada peserta sudah teruji secara klinis dan telah lolos serangkaian uji coba. Selain itu, Kepala Puskesmas Abiansemal I, Ni Nyoman Rai Sukadani memaparkan detail prosedur dari vaksinasi Covid-19 yang nantinya akan dilakukan di puskesmas atau penyedia vaksin terpilih lainnya:

  1. Peserta akan menjalani proses screening untuk mengetahui apakah orang tersebut memiliki penyakit komorbid atau tidak. Seandainya peserta diindikasikan memiliki penyakit penyerta maka mereka akan diarahkan ke ruang pemeriksaan umum, untuk kemudian dirujuka ke rumah sakit. Mereka yang lolos proses screening akan mendapatkan vaksinasi tahap pertama.
  2. Setelah injeksi, peserta harus menunggu selama 30 menit untuk melihat apakah ada efek samping yang menyertai vaksinasi. Sambil menunggu, petugas akan memberikan pengarahan singkat tentang protokol kesehatan. Jika tidak ada indikasi adanya efek samping yang ditimbulkan, maka peserta diperbolehkan pulang.
  3. Peserta diwajibkan mengunjungi klinik / penyedia vaksin setelah dua minggu untuk mendapatkan vaksinasi kedua.

Per 7 Oktober 2020, Indonesia melaporkan 4.538 infeksi baru virus korona, sehingga jumlah total menjadi 315.714, dengan 11.472 kematian dan 63.951 kasus aktif. Sedangkan di Bali terdapat 105 infeksi baru virus Corona, total 9625, dengan 306 kematian dan 1154 kasus aktif.