Corona Update: Tempat wisata Bali akan ditutup kembali

14 September 2020 - Sejak Bali memasuki era new-normal pada bulan Juli, tren peningkatan kasus COVID-19 yang terkonfirmasi setiap harinya terus meningkat. Kebanyakan infeksi ditularkan secara lokal dan terjadi pada keseluruhan sembilan kabupaten di Bali; Delapan dari sembilan kabupaten kini telah ditandai sebagai zona merah, dan hanya tersisa satu zona oranye, Klungkung.


Pemerintah Bali sedang merencanakan strategi baru untuk mencegah penyebaran virus Corona yang lebih besar. Setelah pertemuan tiga jam di Jaya Sabha, Denpasar; I Wayan Koster, Gubernur Bali menyatakan tiga belas poin peraturan akan segera dilaksanakan:


  1. Penerapan surat keputusan gubernur terbaru secara ketat untuk mendisiplinkan semua masyarakat di pulau Bali.
  2. Membatasi jumlah peserta pada setiap kegiatan keagamaan
  3. Melarang Tajen (sabung ayam)
  4. Kemungkinan menerapkan kembali pembatasan aktivitas (bekerja, belajar dan sembahyang hanya dari rumah)
  5. Kemungkinan penutupan daerah tujuan wisata
  6. Kemungkinan larangan perjalanan bagi para wisatawan domestik
  7. Pengetatan prosedur bagi wisatawan domestik yang masuk dan keluar Bali
  8. Peningkatan pelacakan, pengujian, pengobatan untuk pasien Covid-19; termasuk menyediakan lebih banyak kapasitas tempat tidur rumah sakit, ruang isolasi, tempat karantina dan kemungkinan untuk memperluas tes swab tidak hanya bagi orang yang bergejala.
  9. Peningkatan kapasitas lab (mesin PCR, reagen, dan pekerja kesehatan)
  10. Peningkatan manajemen sampel lab, untuk hasil yang lebih cepat
  11. Meningkatkan peran aktif desa adat dalam menggalakkan gaya hidup sehat baru untuk membantu Satgas Covid-19 Bali
  12. Mempersiapkan skema kebijakan bantuan sosial masyarakat bagi warga yang membutuhkan uluran tangan selama pandemi
  13. Mensosialisasikan pemanfaatan alternatif Arak Bali (minuman beralkohol tradisional) untuk mencegah infeksi virus.

Pemerintah provinsi Bali berasumsi ada tiga penyebab utama lonjakan jumlah kasus yang dikonfirmasi setiap hari di pulau dewata saat ini. Pertama, banyak orang yang tidak cukup disiplin untuk mempraktikkan protokol new-normal seperti memakai masker, mencuci tangan secara teratur dan menjaga jarak sosial. Kedua, ketimpangan implementasi Protokol kesehatan antara Otoritas Pelabuhan Ketapang dan Gilimanuk. Ketiga, ketidaksepakatan antar bupati tentang pelaksanaan SK Gubernur di wilayah setempat.


Baru-baru ini, Denpasar memutuskan untuk menutup kembali beberapa area publik seperti Lapangan Lumintang dan Puputan. Menyusul ibu kota Indonesia, Jakarta yang kembali memberlakukan pembatasan sosial skala besar (PSBB) pada hari ini, 14 September 2020; Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti sedang mempelajari kemungkinan pemberlakuan PSSB dalam waktu dekat.


Kemarin, Bali mencatat 135 kasus baru harian, yang meningkatkan total kasus menjadi 7.113; 168 kematian secara total, 5593 telah sembuh dan 1352 kasus aktif. Meski demikian, angka tersebut masih tergolong relatif kecil jika dibandingkan dengan lebih dari 218.382 kasus dan 8.723 korban jiwa di Indonesia.