Hari Raya dan Upacara Keagamaan di Bali

  • Nyepi
  • Galungan
  • Kuningan
  • Saraswati
  • Pagerwesi

Suasana Meriah nan Sakral

Ketika memutuskan untuk berlibur maupun tinggal di Bali dalam waktu yang cukup panjang, Anda akan disambut dengan rangkaian perayaan dan prosesi budaya yang seakan tak ada habisnya, upacara keagamaan sakral hingga yang bersifat lebih sekuler secara implisit menunjukkan orang-orang Bali begitu menghormati setiap aspek kehidupan yang mereka jalani. Hari-hari tersuci di Bali seringkali lebih menarik minat wisatawan internasional dan lokal untuk dapat bersama-sama menyaksikan ritual sakral dan merasakan atmosfer yang penuh energi. Berikut merupakan beberapa festival agama terbesar di Bali.

Bali telah mengalami perubahan besar secara budaya dan sosial sejak kurang lebih lima dekade terakhir, karena fenomena pariwisata massal dan banyaknya transisi warga lokal yang semula bermata pencaharian di bidang pertanian, beralih ke bidang pariwisata. Walaupun demikian mayoritas warga Bali tetap mempertahankan hubungan yang sangat kuat dengan budaya dan adat istiadat yang menyertainya.


Sewa Mobil Tur, Aktifitas, Buku Bali

Car & Tour Rental
Car & Tour Rental

Car & Tour Rental

Hire car and driver to explore the island of Gods directly on bali.com 

Aktifitas di Bali
Aktifitas di Bali

Aktifitas di Bali

Adventure & activities, rafting, canyoning, family parks, tours and more 

Buku
Buku

Buku

Put Bali into your pocket all you need to know. only 2,95 instead of 7,95. 

Book Hotels, Villas, Resorts
Book Hotels, Villas, Resorts

Book Hotels, Villas, Resorts

Incredible variety of choices. Great offers from our partners.  


Hari Raya Nyepi dan Tahun Baru Saka

Berbeda dengan perayaan tahun baru yang biasa dirayakan dengan meriah dan gegap gempita kembang api, perayaan Tahun Baru Bali yang dirayakan selama 6 hari berturut-turut adalah perayaan yang menjadikan keheningan sebagai pertanda puncak para warga BAli memasuki tahun baru - atau biasa disebut dengan hari raya Nyepi. Pada hari ke-3 rangkain perayaan tahun baru saka, seluruh kegiatan di pulau Bali akan dihentikan, bahkan tanpa jadwal penerbangan masuk atau keluar dari bandara Ngurah Rai di Denpasar (DPS). Nyepi dalam bahasa Indonesia berarti "berdiam diri", mengacu kepada kalender Saka yang berkaitan erat dengan agama hindu. Kalender Saka berasal dari India, secara resmi dimulai sejak penobatan raja Kaniskha dari dinasti kushana tepatnya pada hari Sabtu, 14 Maret tahun 78 Masehi. Kemudian pada abad ke-4 agama hindu mulai berkembang di Indonesia begitu juga dengan sistem penanggan Saka. Dibawa oleh seorang pendeta bangsa Saka yang bergelar Aji saka dari Kshatrapa Gujarat (India) pada tahun 456 Masehi. Pada hari ini, hotel diminta untuk menutup jendela-jendela yang menghadap ke area terbuka, semua toko ditutup, bahkan tanpa ada cahaya dari lilin maupun penerangan apapun dinyalakan di rumah warga Bali. Anda tidak akan menjumpai mobil maupun kendaraan lainnya berkeliaran di jalan raya di jalan, bahkan semua orang dilarang untuk keluar meninggalkan rumah (kecuali untuk alasan yang benar-benar darurat). Hal ini merupakan sebuah pengalaman istimewa, yang tidak mungkin Anda jumpai di belahan bumi manapun. Peraturan ini tidak hanya berlaku bagi orang Bali saja, namun juga bagi para pengunjung dan turis yang berada di Bali selama Hari Raya Nyepi. Jika Anda berada di Bali selama Nyepi pastikan Anda tidak merencanakan perjalanan, kegiatan diluar. dan pastikan persedian makanan, minuman dan obat-obatan mencukupi hingga hari berikutnya

Lebih Lengkap tentang Hari Raya Nyepi


Hari Raya Galungan

Galungan adalah salah satu Hari Raya terpenting bagi umat Hindu dimana para umat merayakan kemenangan dharma (kebajikan) atas adharma (kebatilan). Ini menandai periode 10 hari ketika roh para leluhur diyakini mengunjungi pura keluarga. Keluarga Hindu Bali akan menyambut kedatangan arwah para leluhur dengan memanjatkan doa dan menghaturkan persembahan. Ketika Hari Raya Galungan kita akan dapat menyaksikan sekumpulan wanita Bali mengenakan pakaian tradisional, dengan membawa gebogan (tumpukan persembahan yang biasanya terdiri dari buah-buahan, bunga dan jajan tradisional) diletakkan diatas kepala mereka. Mereka berjalan dengan rapi dalam barisan sembari menjaga keseimbangan tubuh, bak supermodel yang berjalan diatas panggung. Jalan-jalan di Bali baik di kota maupun di desa juga tampil berbeda tidak seperti biasanya, penuh dengan penjor (sebuah tiang bambu tinggi yang dihiasi dengan anyaman yang indah terbuat dari daun lontar, sementara di bagian bawahnya terdapat sebuah tempat khusus yang dibuat dengan tujuan untuk menempatkan beberapa persembahan) Puncak rangkaian perayaan Galungan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Penampahan Galungan, menandai persiapan untuk upacara. Para wanita akan sibuk mendekorasi pura dan menyiapkan bunga dan makanan untuk persembahan sementara para pria membuat penjor. Hari kedua adalah puncak perayaan Hari Galungan yang akan dirayakan di pura-pura di Bali. Hari ketiga disebut Galungan Manis, yang secara harfiah diterjemahkan menjadi Galungan yang manis. Ini adalah hari yang indah bagi orang-orang Bali karena ini adalah hari libur kerja yang akan digunakan untuk mengunjungi kerabat dan tempat-tempat wisata di Bali (melali). Perayaan Galungan berikutanya akan tetap berlangsung selama 10 hari hingga Kuningan, dimana dipercaya sebagai hari ketika para roh leluhur meninggalkan bumi.


Hari Raya Kuningan

Kuningan menandai akhir dari perayaan Hari Raya Galungan; dimana dipercaya pada hari ini roh leluhur meninggalkan bumi untuk kembali ke surga. Persembahan/ haturan khusus disiapkan berupa nasi kuning dengan sejumlah lauk pauk dan ditempatkan bersama dengan buah dan bunga dalam mangkuk kecil yang terbuat dari daun kelapa. Persembahan-persembahan ini menjadi simbol rasa syukur atas semua anugerah yang telah diberikan melalui kehidupan dalam kebahagiaan, kesehatan dan kemakmuran. Roh leluhur diyakini akan naik kembali ke surga pada jam-jam tengah hari, sehingga semua persembahan khusus harus sudah selesai dipersiapkan sebelum tengah hari.


More about Balinese Culture

Tarian Tradisional Bali
Tarian Tradisional Bali

Tarian Tradisional Bali

Nikmati pertunjukan tarian tradisional Bali yang ternama seperti Tari Kecak, Barong, Legong, Bari...

tambah
Museum Terbaik di Bali
Museum Terbaik di Bali

Museum Terbaik di Bali

Kunjungi dan pelajari sejarah beserta mahakarya seniman Bali yang tersimpan dengan apik di bebera...

tambah
Pura di Bali
Pura di Bali

Pura di Bali

Pura adalah tempat tinggal para dewa, hingga kini terdapat lebih dari 20.000 pura tersebar di seg...

tambah
Desa Tradisional di Bali
Desa Tradisional di Bali

Desa Tradisional di Bali

Desa Tradisional di Bali merupakan salah satu alternatif wisata di Bali saat ini. Desa Panglipura...

tambah

Hari Raya Saraswati

Hari Raya Saraswati adalah hari raya khusus yang didedikasikan untuk Dewi Saraswati, Dewi Ilmu Pengetahuan dan Kreativitas. Anda dapat dengan mudah mengenalinya dalam bentuk patung dan lukisan sebagai sesosok wanita cantik dengan 4 lengan, mengenakan pakaian berwarna gemerlap memegang lontar (karya tulis kuno yang ditulis diatas bilah daun lontar), alat musik dawai (sejenis kecapi) dan mala (untaian tasbih). Manifestasi beliau biasanya digambarkan sedang dalam posisi terduduk atau berdiri di atas bunga lotus maupun di atas angsa yang dikelilingi oleh bunga lotus. Si angsa dianggap sebagai perlambang yang mengetahui perbedaan antara baik dan jahat sedangkan bunga teratai melambangkan kesucian. Saraswati dirayakan setiap 210 hari sekali berdasarkan kalender Bali, dan biasanya dirayakan dengan menghaturkan doa dan upacara di pura keluarga dan desa serta di kantor dan di sekolah. Pada hari ini para murid-murid dan guru di sekolah akan mengenakan pakaian tradisional berwarna cerah, bukan seragam seperti biasanya. Hari Saraswati bukan merupakan hari libur nasional, sehingga kegiatan sekolah dan perkantoran akan berjalan seperti biasa, namun biasanya pada pagi hari sebelum aktifitas dimulai, umat Hindu akan terlebih dahulu ber-upacara dan berdoa.


Hari Raya Pagerwesi

4 hari setelah Hari Raya Saraswati, Umat Hindu Bali akan mengabdikan diri untuk meningkatkan kekuatan pribadi mereka dengan doa kepada dewa yang disebut Sang Hyang Pramesti Guru. Nama Pagerwesi berasal dari bahasa Bali yang bermakna besi (wesi) dan pagar (pager); pagar besi yang merupakan benteng pertahanan melawan kekuatan jahat yang mungkin akan datang tahun itu. Pagerwesi dirayakan dengan cara yang sedikit berbeda antara satu wilayah dengan wilayah yang lain, semua tergantung pada lokasi Anda. Di sebelah utara Bali Pagerwesi akan dirayakan dengan cara yang sama seperti Galungan: lengkap dengan penjor, kunjungan keluarga dan makanan yang dimasak dengan berlimpah. Sementara di selatan Bali, perayaan dilangsungkan tanpa penjor.


tour

Parade Ogoh-Ogoh Sehari Sebelum Hari Raya Nyepi

V40DRqUIUr0

rental