Semua Objek Wisata di Bali Disarankan untuk Ditutup Sementara, 20 Maret 2020

Semua Objek Wisata di Bali Disarankan untuk Ditutup Sementara, Terhitung Mulai 21 Maret 2020

Presiden Indonesia, Joko Widodo telah memberikan banyak arahan kepada semua gubernur dan berbagai pimpinan daerah di Indonesia untuk meningkatkan upaya memerangi Covid-19. Arahan yang diberikan telah ditanggapi oleh Gubernur Bali dengan mengeluarkan keputusan gubernur No. 7194 Tahun 2020, yang menyarankan semua orang untuk mempraktikkan social-distancing, bekerja / belajar dari rumah dan membatasi semua kegiatan perjalanan, kecuali jika ada keperluan yang benar-benar mendesak. 
“Kita telah melaksanakannya melalui kerja dari rumah, sekolah dari rumah, dan pembatasan kegiatan-kegiatan keramaian,” imbuh Gubernur Bali Wayan Koster saat dijumpai dalam sebuah konferensi pers di Denpasar pada Jumat 20 Maret.

Lebih lanjut ia menyarankan semua tempat wisata Bali untuk ditutup sementara, tanpa kecuali. Semua tempat wisata yang dikelola oleh pemerintah setempat seperti museum, monumen, desa tradisional, pantai dan pura diharapkan untuk segera dinon-aktifkan sementara. Pembatasan ini juga berlaku untuk semua tempat wisata yang dikelola oleh perusahaan swasta.

Pada hari yang sama, tepat setelah Gubernur menyampaikan himbauannya. Bupati Kabupaten Badung sebagai salah satu pusat pariwisata di Bali telah mengeluarkan kebijakan lanjutan yang tercantum pada surat  556/1877/Dispar untuk mengumumkan semua tempat wisata harus ditutup mulai tanggal 21 Maret - 31 2020. Keputusan ini akan dievaluasi berdasarkan perkembangan situasi kedepan dan aspek lainnya. .

Kabupaten lain di Bali juga diharapkan untuk mengikuti kebijakan yang sama yang dibuat oleh Bupati Badung, sebagai salah satu bentuk nyata untuk mencegah berkembangnya pandemik global Covid-19.