Transportasi listrik untuk Ubud, Kuta dan Sanur

26 Oktober 2020 - Pemprov Bali terus menggiatkan berbagai upaya dalam mewujudkan Bali yang lebih hijau. INKA, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Perusahaan Daerah (Perusda) Bali telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) pada Jumat, 23 Oktober 2020 lalu. Kesepakatan tersebut menandakan akan segera digarapnya pengembangan sistem transportasi bertenaga listrik terintegrasi di pulau dewata.


Direktur PT Perusda Provinsi Bali, I Nyoman Kami Artana menjelaskan kepada media bahwa setelah penandatanganan MoU, akan dilakukan studi kelayakan (FS) terlebih dahulu oleh PT Inka. “Semuanya akan dituangkan dalam studi kelayakan atau FS (feasibility study). Baik kereta listrik, kereta gantung, atau model lainnya, PT Inka akan melakukan kajian mendalam terlebih dulu. Saat ini baru tahap penandatanganan MoU,” kata Artana. Setidaknya akan diperlukan waktu dua tahun sampai proyek ini bisa mulai dapat dieksekusi.


Budi Noviantoro selaku Direktur Utama PT INKA menjelaskan, pendanaan proyek ini berasal dari pinjaman luar negeri oleh Islamic Development Bank (IDB), sebuah lembaga pembiayaan pembangunan multilateral yang berbasis di Jeddah, Arab Saudi. Rencananya anggaran sekitar Rp 2,6 triliun akan dikucurkan sebagai biaya workshop, pembuatan komponen baterai pada sejumlah moda transportasi serta infrastruktur.


Ketua Tim Islamic Development Bank (ISDB) untuk Indonesia, Omar Eddie Davis mengungkapkan jika pihaknya sangat berbahagia dapat membantu pembiayaan berbagai program pembangunan transportasi ramah lingkungan di berbagai negara di dunia. Omar yakin proyek semacam ini akan menjadi solusi untuk kelestarian lingkungan di planet kita. “Kami sangat senang bisa membantu mengembangkan kota ramah lingkungan di Bali - Indonesia, kami juga pernah bekerja sama dengan Malaysia, Brunei, dan Afrika,” paparnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali I Gde Wayan Samsi Gunarta juga berpendapat senada terkait perkembangan proyek ini, beliau menyatakan jika Bali sangat membutuhkan transportasi ramah lingkungan untuk mengimbangi maraknya pertumbuhan industri pariwisata di pulau dewata saat ini.


Nantinya, proyek kereta api ramah lingkungan ini akan beroperasi dengan rute Denpasar - Sanur dan Sanur - Kuta. Untuk rute Denpasar-Sanur (Kecamatan Denpasar Selatan), panjang rutenya sekitar 7 kilometer; dan untuk Sanur (Kecamatan Denpasar Selatan) -Kuta, panjang rutenya kurang lebih 12 kilometer. Jika proyek ini berjalan dengan baik, maka Bali akan mengintegrasikan angkutan umum ini dengan layanan lain yang sudah ada. Sebelumnya Gubernur Bali Wayan Koster meresmikan Trans Metro Dewata pada 7 September 2020. Moda transportasi bus umum ini beroperasi di empat kabupaten di Bali, Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan. Namun karena situasi pandemi, pengguna transportasi ber-AC modern ini masih sangat minim, meski sedang digratiskan oleh pemerintah hingga Desember 2020 mendatang.