Pertunjukan Tarian tradisional di Bali

Pada awalnya tarian Bali merupakan salah satu persembahan yang diciptakan sebagai haturan bagi dewa-dewi yang berkunjung pada saat-saat tertentu di pura-pura Bali. Alunan musik yang merdu, kostum yang mewah dan gerakan tarian yang elok tidak pernah gagal dalam menghibur tamu, baik tamu para suci yang tak dapat dilihat oleh kasat mata maupun para penonton dari desa setempat. Pada beberapa bagian dalam pertunjukan para penari bahkan seringkali dirasuki oleh roh sehingga berada dalam kondisi yang setengah sadar ketika sedang menari.

Dalam beberapa abad terakhir, banyak jenis tarian tradisional semi modern mulai muncul sehingga sedikit mendegradasi unsur kesakralan sebuah tarian menjadi bernuansa lebih sekuler. Mungkin kita masih dapat melihat sekilas setuhan sakral yang masih tersirat dalam gerakan para penari, namun beberapa unsur-unsur yang mengandung mantra atau doa sudah ditiadakan. Fakta lain yang perlu kita ketahui, hampir semua seni pertunjukan Bali pada dasarnya didasarkan pada kisah-kisah epik Hindu, yaitu kisah Ramayana dan Mahabarata.

Setiap banjar (komunitas lokal) memiliki kelompok seni pertunjukan tersendiri yang disebut sekaa dengan anggota yang berasal dari berbagai kalangan usia, dan bertanggung jawab atas semua pertunjukan seni yang diagendakan berdasarkan Kalender Bali di wilayah banjar mereka sendiri. Sekaa terbaik dari semua daerah biasanya bersaing selama festival seni tahunan untuk menemukan siapa kelompok terbaik dalam tahun tersebut. Sekaa terbaik nanti akan memiliki kesempatan untuk tampil bergantian di tempat yang lebih bergengsi, seperti panggung di Istana Ubud.

Hasil: 16
Diurut berdasarkan: