Status Terkini Terkait Kebijakan Larangan Perjalanan ke Indonesia dan Bali

Batasan Perjalanan Saat Ini untuk Bali & Indonesia

Sejauh ini para wisatawan asal negara atau wilayah di bawah ini telah dilarang memasuki Bali dan Indonesia:
  • China (total shutdown sejak 5 Februari)
  • Iran: Teheran, Qom dan Gilan
  • Italia: Lombardi, Venetto, Emilia-Romagna, Marche dan Piedmont
  • Korea Selatan: Daegu dan Gyeongsangbuk-do
Jika Anda berasal dari negara-negara yang memiliki wilayah terlarang ini, Anda akan memerlukan sertifikat kesehatan jika ingin datang ke Indonesia. Silakan menghubungi Kedutaan Indonesia di negara Anda untuk mendapatkan rincian tentang persyaratan ini.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PENGUMUMAN PEMERINTAH RESMI DARI 17 MARET 2020 - efektif 20 Maret 2020

Entri atau transit ditolak ke Indonesia untuk pengunjung / wisatawan yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara berikut, dalam 14 hari terakhir:
  1. Iran
  2. Italia
  3. Vatikan
  4. Spanyol
  5. Perancis
  6. Jerman
  7. Swiss
  8. Britania Raya
Semua pengunjung / wisatawan harus melengkapi dan menyerahkan Kartu Tanda Kesehatan ke Otoritas Kesehatan Pelabuhan/ Bandara saat tiba di bandara Indonesia.

Jika riwayat perjalanan menunjukkan bahwa seseorang telah melakukan perjalanan ke negara-negara di atas dalam 14 hari terakhir, orang tersebut dapat ditolak masuk ke wilayah Indonesia.

Untuk warga negara Indonesia yang telah melakukan perjalanan ke negara-negara di atas, pemeriksaan tambahan harus dilakukan oleh Otoritas Kesehatan Pelabuhan pada saat kedatangan:

A. Jika skrining tambahan menunjukkan gejala awal Covid-19, pengamatan 14 hari di fasilitas pemerintah akan diterapkan;
B. Jika tidak ada gejala awal yang ditemukan, karantina sendiri selama 14 hari akan sangat dianjurkan.




Pembaruan imigrasi: Bagi pemegang ITAS, ITAP, ITK, MREP, dan Izin Tinggal Darurat

13 Juli 2020 - Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia telah memperbarui beberapa peraturan seputar kebijakan perjalanan di tengah wabah Covid-19 yang sedang berlangsung. Informasi ini telah dibagikan di akun resmi sosial media @ditjen_imigrasi dan diberlakukan mulai hari ini 13 Juli 2020 hingga pemberitahuan lebih lanjut.

  1. Pemegang Visa Gratis (pembebasan visa) yang telah diberikan izin tinggal darurat diharuskan meninggalkan Indonesia tidak lebih dari 30 hari, sejak 13 Juli 2020. Jika tidak, Anda akan dikenakan Sanksi Administratif oleh pihak Imigrasi.
  2. Pemegang Visa Saat Kedatangan (VoA - B213) yang telah diberikan izin tinggal darurat kini dapat memperpanjang Visa Kedatangan Anda mulai 13 Juli 2020, hingga batas waktu 30 hari dari masa tenggang. Jika Anda tidak mematuhi ketentuan, Anda akan dikenakan Sanksi Administrasi oleh pihak Imigrasi.
  3. Pemegang Izin Tinggal Pengunjung (ITK - Kode 2B21, 2B11, D212) yang telah diberikan izin tinggal darurat kini dapat memperpanjang izin substantif Anda dengan batas waktu 30 hari masa tenggang terhitung mulai 13 Juli 2020. Anda juga dapat mengubah izin Anda dari Izin Pengunjung untuk Izin Tinggal. Jika Anda tidak mematuhi ketentuan, Anda akan dikenakan Sanksi Administrasi oleh pihak Imigrasi.
  4. Pemegang Visa Tinggal Terbatas (ITAS) dan Izin Tinggal Tetap (ITAP) yang masih berlaku dan saat ini sedang berada di wilayah Indonesia kini dapat mengajukan permohonan untuk memperpanjang Izin Tinggal Anda di kantor imigrasi atau menghubungi agen visa Anda.
  5. Pemegang ITAS, ITAP & Izin Multiple Exit (MREP) yang telah kedaluwarsa namun telah diberikan surat keterangan dari imigrasi / agen visa terkait namun saat ini sedang berada di luar negeri. Juga, bagi mereka yang mengajukan permohonan untuk mengunjungi keluarga dengan ITAS / ITAP, diharapkan segera kembali ke Indonesia dan memperpanjang Izin Tinggal Anda di kantor imigrasi terdekat dengan batas waktu 60 hari terhitung mulai 13 Juli 2020. Jika Anda tidak memperpanjang visa selama masa tenggang, Anda harus mengajukan permohonan visa baru.
  6. Pemegang ITAS & ITAP yang telah diberikan izin tinggal darurat sekarang dapat memperpanjang izin tinggal Anda. Anda juga dapat mengubah izin Anda dari Izin Tinggal Sementara menjadi Izin Tinggal Tetap. Jika Izin Tinggal Sementara Anda tidak dapat diperpanjang (Tidak bisa dilakukanperpanjangan lebih lanjut), Anda harus meninggalkan Indonesia dalam kurun waktu tidak melebihi 30 hari masa tenggang terhitung mulai 13 Juli 2020 dan. Jika Anda tidak mematuhi ketentuan ini, Anda akan dikenakan Sanksi Administrasi oleh pihak Imigrasi.
  7. Pemegang ITK & ITAS yang telah diberikan visa teleks baru kini dapat mengajukan ITK atau ITAS baru Anda di kantor imigrasi terdekat. Anda tidak perlu lagi untuk mengajukan permohonan visa Indonesia di Kedutaan Besar Indonesia atau Konsulat di luar negeri. Anda akan menerima ITK atau ITAS baru setelah Anda melakukan pembayaran untuk visa baru Anda di kantor imigrasi.


Himbauan larangan perjalanan karena penyebaran virus Corona untuk Bali dan Indonesia

Banyak negara di seluruh dunia mengintensifkan upaya mereka untuk menghentikan penyebaran Virus Corona. Indonesia juga setiap hari meninjau kembali langkah mana yang harus diambil dan bagaimana melindungi warga negara dan juga banyak wisatawan di Bali.

Jika Anda berencana meninggalkan Bali: Penting bagi Anda untuk mengupdate seputar kebijakan perjalanan yang telah diberlakukan beberapa negara termasuk segala pembatasan yang mungkin diterapkan pada negara asal Anda. Kemungkinan akan adanya kebijakan baru sangat tinggi, bahwa hingga akhir April akan lebih banyak peraturan (pemerintah, maskapai penerbangan) yang akan diterapkan yang mungkin membuat rencana perjalanan Anda untuk pulang ke rumah menjadi sulit.

Pemerintah Australia misalnya telah mengeluarkan arahan berikut:
Jika Anda bepergian atau kembali ke Australia, Anda sekarang akan diminta untuk melakukan karantina diri Anda sendiri selama 14 hari. Ini berlaku untuk semua wisatawan, termasuk warga negara Australia.
Eropa menutup perbatasannya dengan tidak mengizinkan wisatawan yang datang dari negara-negara non-Schengen.


Peraturan Visa - Dampak Korona - Izin Tinggal Darurat

Peristiwa seperti ini atau bencana letusan gunung berapi dan "force majeur" lainnya secara alami mungkin memaksa wisatawan untuk tinggal lebih lama. Dalam hal ini, Otoritas Imigrasi Indonesia menyesuaikan prosedur mereka dan para wisatawan untuk dapat memperoleh Izin Tinggal Darurat. 

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan, Izin Tinggal Darurat Otomatis (Kapanpun kedatangan Anda) Setiap orang berhak atas Izin Tinggal Darurat Otomatis. Kebijakan ini merupakan perpanjangan gratis yang diberikan pada masa akhir visa Anda yang ada dan tidak perlu mengajukan permohonan visa ini atau datang ke kantor imigrasi, Anda juga tidak akan dikenakan denda overstay. Peraturan ini akan tetap aktif sampai pemberitahuan lebih lanjut dari Direktorat Jenderal Imigrasi Indonesia.
 
Jika Anda memerlukan bantuan dalam memperoleh Visa jenis apa pun di masa yang akan datang, Anda dapat menghubungi Agen Visa kami yang direkomendasikan di Bali, Tn. Yusak. Email: visa@baliguide.com

tambah