Corona Virus Bali Indonesia Update


CORONA EMERGENCY NUMBER

Hubungi 112 or 223333 (Untuk Area Bali)

119 ext. 9 (Indonesia)

Virus Corona (Sars-CoV-2) di Bali

Dunia kini telah dibuat heboh dengan kemunculan Virus Corona yang juga telah mencapai Indonesia dan Bali. Kami akan memposting beberapa artikel di website & sosial media guna memberikan informasi terbaru terkait perkembangan dan situasi korona di Bali serta berharap semua wisatawan dan warga Bali tetap aman. Pemerintah Indonesia sangat aktif dalam mengelola situasi dan terus mengambil tindakan untuk menghentikan penyebaran penyakit lebih lanjut. Ada beberapa hal sederhana yang dapat kita lakukan untuk menghindari infeksi Covid-19 dan untuk menghindari penyebaran penyakit lebih lanjut:

Fakta Seputar Virus Corona vs Mitos dari WHO
Tindakan Pencegahan Corona

Apakah boleh bepergian ke Bali?
Ini sangat tergantung pada keadaan pribadi Anda.
Jika Anda berusia lanjut atau memiliki kondisi kesehatan yang mendasarinya, Anda harus mempertimbangkan dengan cermat jika Anda ingin tetap bepergian.
Untuk saat ini perbatasan masih terbuka dan jumlah pasien korona sangat rendah. Risiko untuk terinfeksi mungkin lebih rendah jika dibandingkan beberapa negara lain yang berisiko tinggi, seperti Cina atau Italia.
Ada wacana bahwa pembatasan perjalanan lebih lanjut mungkin akan diberlakukan, tergantung pada bagaimana situasi di Indonesia. Pembatasan perjalanan tentu saja dapat mempengaruhi rencana perjalanan Anda, oleh sebab itu pastikan Anda selalu mengupdate berita seputar larangan berkunjung di website kami.

Banyak turis masih tetap berdatangan ke Bali, walaupun kini sedikit lebih tenang dari biasanya. Beberapa agenda konser, acara, dan festival yang lebih besar bisa jadi juga dibatalkan jika situasi kurang memungkinkan.


Is it ok traveling to Bali? Is Bali Save?

It would not be right to claim that any country, be it our home country or a place we wish to visit these days is 100% safe. Based on the scientific data the world has gathered now about the coronavirus, and knowing the fatality rate and the way it is spreading, the virus is indeed a threat.

However, how much of a threat you face if coming to Bali, really depends on your individual circumstances, your personal actions and behaviors, and the level of precautions you take. And of course to a certain extend we depend on the professionalism of government authorities and also businesses that facilitate transportation, travel, etc.

The risk to get infected might be as low or high as in any other country that is not classified by the WHO as high risk area, such as China or Italy. If you are elderly or have an underlying health condition, you should carefully consider if you should travel at all these days. Indonesian authorities and particularly the ones in Bali have shown that they take the situation seriously and have implemented several regulations and procedures, that have been executed quite well. But of course, there is no guarantee, there is always room for improvement, and we all still learn how to deal with this.

For now the borders are still open, and between 1st and 12th of March 114,000 foreign visitors arrived on the island. Much less than what could be expected because of the shutdown of China, but in a way, life goes on in Bali. As in every part of the world, it is advisable to follow the precaution measures as suggested by the WHO, and to stay away from mass events. It is expected that some of the bigger concerts, events and festivals in Bali might be canceled.

So far, the number of corona patients is very low in Indonesia, particularly in relation to the total population. More cases will definitely be reported and the crisis is not over. So yes, there is a risk, a global risk to catch that virus. In this uncertain and dynamic time there is also the risk that further travel restrictions might be announced, depending on how the situation in Indonesia and other countries evolves. Any travel restrictions could of course affect also your travel plans which is more of a logistical and financial challenge.


Fakta Seputar Virus Corona di Bali

Fakta Seputar Virus Corona di Bali

Larangan Perjalanan ke Bali & Indonesia

Sejauh ini para wisatawan dan warga negara dari negara atau wilayah berikut telah dilarang memasuki Bali dan Indonesia:
  • China (larangan berkunjung sejak 5 Februari)
  • Iran: Teheran, Qom dan Gilan
  • Italia: Lombardi, Venetto, Emilia-Romagna, Marche dan Piedmont
  • Korea Selatan: Daegu dan Gyeongsangbuk-do
Jika Anda berasal dari salah satu negara ini yang memiliki area terbatas, Anda akan memerlukan sertifikat kesehatan. Silakan menghubungi Kedutaan Indonesia di negara Anda untuk mendapatkan rincian tentang persyaratan ini. (informasi per 11 Maret 2020). Pengunjung dari semua negara lain masih dapat mengunjungi Bali dan Indonesia tanpa batasan.

tambah

Berita CoVid-19
Berita CoVid-19

Berita terbaru tentang Corona

Ikuti berita terbaru dan relevan tentang Situasi Korona di Bali dan Indonesia. Kami secara teratur melaporkan tentang keadaan terkini dan peraturan pemerintah terbaru. Pemerintah Indonesia berada dalam siaga tinggi sejak berminggu-minggu yang lalu dan telah sangat aktif dalam menerapkan langkah-langkah ketat untuk mengelola dugaan peningkatan kasus korona.

Lebih Banyak Berita Seputar Corona

Seputar CoVid-19
Seputar CoVid-19

Jumlah Korban dan Pasien Ter-infeksi Korona di Indonesia

Hingga 16 Maret 2020:

134 kasus yang dilaporkan di Indonesia, 5 diantaranya meninggal dunia.

Sayangnya pada jam 2 pagi pada tanggal 11 Maret, salah satu pasien korona pertama di Indonesia meninggal di Bali. Seorang turis asal Inggris berusia 53 tahun telah menjadi korban kematian pertama Indonesia akibat virus korona. Dan pada Jum'at sore, 13 Maret 2020 jumlah korban meninggal dunia bertambah 3 orang di Indonesia, diikuti satu korban jiwa yang kembali tercatat pada tanggal 14 Maret 2020, menjadikan jumlah total korban jiwa 5 orang.

Lebih lanjut tentang Statistik Corona di Indonesia


Gejala Infeksi Corona CoVid-19

  • batuk
  • pilek
  • sakit tenggorokan
  • demam
  • terkadang diare
Kasus yang parah dapat mengalami masalah pernapasan atau mengembangkan infeksi paru-paru.
Gejala penyakit dapat muncul hingga 14 hari setelah infeksi.

Apa yang harus dilakukan ketika Anda sakit dengan gejala menyerupai infeksi Covid-19 di Bali dan Indonesia - hubungi 119 ext 9

Jika Anda merasa bahwa Anda mungkin telah terinfeksi, Anda harus terlebih dahulu mencegah orang lain melakukan kontak dengan Anda dan juga memberi tahu orang-orang yang telah menghubungi Anda belakangan ini, tentang kondisi Anda dan lihatlah, jika mereka juga mengalami gejala serupa .

Hubungi 112 atau 223333 (Jika Anda berada di Bali)
Operator akan memandu Anda melalui proses. Biasanya pasien akan dijemput jika mereka tidak dapat pergi sendiri ke rumah sakit.

Pemerintah provinsi Bali telah menugaskan lima rumah sakit untuk menangani kasus infeksi virus korona. Rumah Sakit Umum Sanglah di Denpasar, Rumah Sakit Umum Sanjiwani di Kabupaten Gianyar, Rumah Sakit Umum Tabanan, Rumah Sakit Universitas Udayana dan Rumah Sakit Umum Bali Mandara.

Hubungi 119 ext 9 - nomor lokal atau Ponsel +62 (0) 81212123119 (Jika Anda berada di area lain di Indonesia)

Jika, dalam 14 hari, salah satu gejala penyakit yang disebutkan di atas muncul, hindari kontak yang tidak perlu dengan orang lain dan tinggal di rumah sebisa mungkin. Hubungi dokter Anda melalui telepon atau hubungi rumah sakit terdekat dan diskusikan cara terbaik untuk langkah-langkah lanjutan, sebelum pergi ke sana.

Coronavirus:
Coronavirus adalah sebuah keluarga virus yang saat ini merajalela. Karena awalnya tidak memiliki nama, selama beberapa minggu pertama, hanya disebut disebut sebagai "virus corona tipe baru".

Sars-CoV-2:
WHO memberi coronavirus baru yang mulai menyebar dari Wuhan dengan nama "Sars-CoV-2" ('Sindrom Pernafasan Akut Parah'-Coronavirus-2). Virus ini bisa menimbulkan gejala tetapi tidak selalu pada semua kasus.

Covid-19:
Penyakit pernapasan yang disebabkan oleh Sars-CoV-2 disebut akhirnya disebut "Covid-19" (Coronavirus Disease-2019). Oleh karena itu, pasien Covid-19 adalah orang yang membawa virus Sars-CoV-2 dan menunjukkan gejala-gejala umum.

Korona Risk Grup

Masih belum cukup data yang memungkinkan para ilmuwan untuk sampai pada kesimpulan akhir. Namun ada beberapa pola kecenderungan yang mengarah pada:
  • Orang tua/ lansia
  • usia 60 hingga 69 tingkat kematian adalah 3,6% *
  • usia 70 hingga 79 tingkat kematian sekitar 8%
  • di atas 80 tingkat kematian adalah 14,8%
  • *menurut statistik yang diambil dari 1000 korban pertama di Wuhan
  • Pria tampaknya berisiko lebih tinggi daripada wanita
  • Penderita Diabetes
  • Penderita Penyakit kardiovaskular
  • Penderita Penyakit pernapasan kronis
  • Penderita Kanker
  • Anak-anak dilaporkan hanya menghadapi gejala-gejala ringan ketika terkena