Bali bersiap untuk menyambut wisatawan internasional bulan September mendatang

6 Juli 2020 - I Wayan Koster, Gubernur Bali telah mengumumkan rencana untuk melanjutkan semua kegiatan di pulau dewata dalam sebuah dekrit dengan nomor 3355 tahun 2020 yang disebut "Protokol Era Baru Kehidupan". Gubernur menjelaskan tiga tahap pembukaan kembali pulau Bali setelah menghadiri sebuah upacara keagamaan pada hari Minggu di pura Besakih.

Tahap I
Pada 9 Juli 2020, sesuai arahan yang telah diberikan oleh Satuan Tugas Nasional untuk Percepatan Penanganan Covid-19 di Indonesia, penerapan tatanan kehidupan normal baru terbatas pada industri kesehatan, kantor pemerintah, kegiatan kebudayaan & keagamaan, keuangan , manufaktur, perdagangan, logistik, transportasi, koperasi, UMKM, pasar tradisional, pasar modern, restoran, warung makan, pertanian, perkebunan, kelautan/ perikanan, peternakan, layanan publik dan sektor konstruksi. Namun, semua pelajar masih harus melanjutkan studi mereka dari rumah. Objek wisata diizinkan untuk terbuka bagi para warga Bali.

Tahap II
31 Juli 2020, (hanya jika tahap pertama berjalan baik) wisatawan domestik dari pulau lain di Indonesia diizinkan terbang untuk tujuan pariwisata. Wisatawan Indonesia dan orang asing yang kebetulan berada di Indonesia selama pandemi ini akan dapat mengunjungi tempat-tempat wisata di Bali seperti pantai, pura, air terjun, museum, dan kegiatan lainnya.

Tahap III
Pada akhir Agustus, Pemerintah Provinsi Bali akan mengevaluasi kembali rencana pembukaan perbatasan untuk wisatawan internasional pada 11 September 2020. Namun, imigrasi belum mengumumkan kapan proses pengajuan visa akan dibuka kembali; juga persyaratan kesehatan apa saja yang perlu disediakan (hasil Tes PCR atau lainnya).

“Karena itu, kita harus bertindak secara bertanggung jawab dan hati-hati ketika berurusan dengan Covid-19, sementara pada saat yang sama, kita juga perlu melanjutkan hidup kita. Rencana-rencana ini harus dilakukan secara bertahap, selektif, dan secara ketat mengikuti protokol tatanan kehidupan era baru untuk komunitas yang produktif dan aman, ”tambah Koster.

Sejalan dengan rencana gubernur, Kepala Dinas Pariwisata Bali - Putu Astawa segera mengadakan rapat virtual dengan semua anggota dalam organisasinya guna membahas persiapan protokol pariwisata normal baru di setiap wilayah di pulau Bali. Astawa menjelaskan, Dinas Pariwisata Bali harus melakukan pengawasan ketat terhadap setiap industri pariwisata. Semua akomodasi, restoran, atau tempat wisata harus mematuhi protokol kesehatan untuk mencegah gelombang kedua Covid-19.

Bali telah mencatat setidaknya 1.849 kasus Covid-19 positif pada Minggu (5/7) sore, dengan 20 kematian dan 967 sembuh total. Pemerintah provinsi telah melaporkan peningkatan jumlah kasus transmisi lokal baru-baru ini, terutama di empat kabupaten di Badung, Denpasar, Klungkung dan Gianyar. Angka ini relatif kecil dibandingkan dengan lebih dari 63.749 kasus dan 3.171 kematian di Indonesia.

Perlu diingat bahwa rencana Bali/ Indonesia untuk membuka kembali perbatasan-nya dapat berubah tanpa pemberitahuan sebelumnya. Untuk alasan ini, kami menyarankan Anda untuk menghubungi konsulat/ kedutaan Indonesia di negara Anda untuk membahas persyaratan perjalanan sebelum bepergian.