Kabar terkini: peraturan imigrasi Indonesia terbaru terkait COVID-19

11 Mei 2020 - Dirjen Imigrasi Indonesia telah menginformasikan beberapa peraturan terbaru melalui website resmi dan akun sosial media; Bagi orang asing pemegang Izin Tinggal Terbatas (KITAS)/ Izin Tinggal Tetap (KITAP) yang  KITAS/KITAP dan Izin Masuk Kembali sudah habis masa berlakunya dan masih berada di luar negeri, kini dapat kembali memasuki wilayah Indonesia. Informasi ini tertuang dalam PERMENKUMHAM NO. 11 TAHUN 2020 tentang pelarangan sementara orang asing masuk wilayah republik indonesia - Pasal kelima “Orang Asing pemegang Izin Tinggal Terbatas atau Izin Tinggal Tetap yang telah berakhir dan/atau tidak dapat diperpanjang, dilakukan penangguhan dengan diberikan Izin Tinggal keadaan terpaksa secara otomatis tanpa mengajukan permohonan ke kantor imigrasi.”

Namun demikian, para pengunjung masih perlu menyediakan beberapa persyaratan dan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku selama wabah Covid-19:

  1. Memiliki surat keterangan sehat dalam bahasa inggris dari otoritas kesehatan di masing-masing negara;
  2. Telah berada 14 (empat belas) hari di wilayah/negara yang bebas virus Covid-19;
  3. Menyetujui surat pernyataan untuk bersedia masuk karantina selama 14 (empat belas) hari yang dilaksanakan oleh pemerintah Republik Indonesia.
Pengunjung hanya diizinkan masuk ke Indonesia melalui titik masuk tertentu yang ditunjuk:

  1. Soekarno Hatta International Airport, Jakarta
  2. Ngurah Rai International Airport, Denpasar - Bali
  3. Juanda International Airport, Surabaya
  4. Kualanamu International Airport, Medan
  5. Hang Nadim International Airport, Batam
  6. Batam Centre International Seaport, Batam
  7. Citra Tritunas International Seaport, Batam

Perpanjangan Masa Berlaku Persetujuan Visa (Teleks Visa) dan Visa yang Belum Digunakan

Berita baik lainnya bagi mereka yang telah memperoleh persetujuan visa (visa telex) atau telah diberikan visa tetapi telah kedaluwarsa karena pembatasan perjalanan atau tidak tersedianya transportasi umum selama pandemi; Direktorat Jenderal Imigrasi telah menyatakan untuk secara otomatis memvalidasi ulang visa Anda.

Perpanjangan masa berlaku persetujuan visa (teleks visa)

  • Perpanjangan masa berlaku secara otomatis semua persetujuan/teleks visa yang diterbitkan sejak tanggal 01 Januari 2020 dan belum melakukan pengambilan visa di perwakilan RI;
  • persetujuan visa /teleks visa diperpanjang masa berlakunya selama 60 (enam puluh) hari sejak Pandemi COVID-19 dinyatakan berakhir oleh instansi pemerintah yang berwenang;
  • Pengambilan visa dilakukan di perwakilan RI yang dipilih pada saat mengajukan permohonan.
Perpanjangan masa berlaku visa

    • Perpanjangan masa berlaku secara otomatis semua Visa yang diterbitkan sejak tanggal 01 Januari 2020 oleh Perwakilan RI dan belum digunakan untuk melakukan perjalanan ke wilayah Indonesia; 
    • Visa yang belum digunakan diperpanjang masa berlakunya selama 90 (Sembilan puluh) hari sejak Pandemi COVID-19 dinyatakan selesai oleh instansi pemerintah yang berwenang;
    • Perpanjangan masa berlaku secara otomatis tidak dapat dilakukan bagi penerbitan visa yang dikeluarkan oleh Perwakilan RI yang belum menerapkan aplikasi SIMKIM.
Harap dicatat, Kedutaan dan Konsulat Indonesia dibawah ini TIDAK MEMBERLAKUKAN validasi ulang visa otomatis:

  1. Muscat
  2. Nur Sultan
  3. Baghdad
  4. Shanghai
  5. Pyongyang
  6. Vanimo
  7. Port Moresby
  8. Suva
  9. Baku
  10. Pretoria
  11. Harare
  12. Abuja
  13. Caracas
Kewajiban penjamin WNA

  1. Penjamin Tenaga Kerja Asing (TKA) wajib melaporkan kedatangan TKA ke Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kementerian Ketenagakerjaan.
  2. Penjamin Investor wajib melaporkan kedatangan investor ke Badan Koordinasi Penanaman Modal.
Peraturan ini mulai berlaku setelah status kedaruratan diumumkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB. Pemerintah Indonesia telah memperpanjang status darurat hingga 29 Mei 2020.