Bali mempersiapkan strategi pemulihan pariwisata

20 Mei 2020 - Otoritas Nasional dan Provinsi akhirnya sepakat untuk menyiapkan strategi pemulihan pariwisata setelah semua pembatasan dan penegakan hukum untuk mengurangi penyebaran COVID-19 telah sangat berimbas pada bisnis pariwisata Bali. Meski demikian, Presiden Indonesia - Jokowi, menyatakan bahwa pemerintah akan selalu menjunjung tinggi semua protokol kesehatan yang telah diberlakukan. Semua keputusan harus dibuat hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi saat ini. “Jangan mengadu domba satu sama lain sebagai opsi. Hidup kita pastinya akan berubah dalam menghadapi pandemi. Hal inilah yang disebut dengan situasi normal baru [...], kehidupan baru tidak boleh diisi hanya dengan pesimisme; sebaliknya, kita perlu meningkatkan produktivitas dengan optimisme dengan tetap menjunjung tinggi berbagai upaya pencegahan. ” ungkap Jokowi di saluran YouTube resminya.

Sejalan dengan pemerintah pusat; Wakil gubernur Bali, Tjokorda Oka Arta Ardhana menyatakan bahwa provinsi Bali telah merencanakan untuk membangun "program klaster pariwisata", yang akan menjadi rencana untuk zona wisata eksklusif dengan protokol kesehatan tingkat tinggi. Dengan cara ini, wisatawan dapat disambut kembali tanpa risiko tertular COVID-19 ke penduduk setempat. “Kita bisa mulai dengan membuka Kompleks ITDC di Nusa Dua. Ini dapat dilakukan secara positif karena Nusa Dua terisolasi secara fisik, jauh dari daerah permukiman warga, dan dengan serangkaian fasilitas pendukung yang terpisah, ”kata Tjokorda Oka Arta Ardhana.

ITDC (Indonesia Tourism Development Corporation) adalah kompleks pariwisata terkenal di dunia yang terletak di Nusa Dua - Bali Selatan yang juga merupakan perusahaan milik negara (BUMN). Area eksklusif ini berisikan puluhan jaringan hotel mewah seperti Hyatt, St Regis, ClubMed, dan masih banyak lagi. Bukan hanya akomodasi yang sempurna, tetapi ITDC juga dilengkapi dengan rumah sakit berstandar internasional (BIMC), pusat perbelanjaan, museum, teater, restoran, dan tentu saja deretan pantai berpasir putih dengan banyak pilihan kegiatan menyenangkan untuk anak-anak dan keluarga.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, telah mengeluarkan surat instruksi pada tanggal 15 Mei 2020 kepada semua Direktur BUMN (BUMN No S-336/MBU/05/2020) mengenai skenario pembukaan kembali bisnis dengan “prosedur normal baru”. Istilah ini mengacu pada kehidupan setelah COVID-19. Dalam surat itu, Menteri menginstruksikan semua perusahaan milik negara untuk mulai beroperasi dengan prosedur "normal baru" pada tanggal 25 Mei 2020; Mal, toko ritel, hotel dan tempat wisata yang dikelola oleh BUMN akan dibuka kembali pada 1 atau 8 Juni 2020.

Menyusul kabar baik ini, Sekretaris Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ni Wayan Giri Adnyani, menginformasikan bahwa setelah ITDC dibuka kembali, tempat-tempat wisata lainnya dapat dibuka secara bertahap. Destinasi populer seperti Tanah Lot dan Monkey Forest Ubud dapat dibuka kembali untuk umum pada bulan Oktober. Namun ada tiga hal yang perlu dipertimbangkan sebelum dibuka kembali; Pertama, tren COVID-19 di seluruh dunia harus sudah turun menjadi nol persen. Kedua, pembukaan tempat wisata tidak boleh diikuti dengan membuka tujuan wisata terdekat lainnya guna memaksimalkan kebijakan social-distancing. Ketiga, semua protokol kesehatan dan keselamatan masih tetap harus dipatuhi.

Namun, imigrasi belum menunjukkan signal untuk mencabut semua pembatasan perjalanan bagi para wisatawan internasional. Kebijakan Pembebasan Visa Indonesia masih ditangguhkan, dan hanya pengunjung tertentu yang diizinkan masuk ke Bali dan Indonesia. Tetap pantau kebijakan terbaru dari imigrasi dan pemenrintah hanya di website kami.