Bandara Bali menetapkan tes swab dan pendaftaran online untuk semua pengunjung mulai 28 Mei

Kebijakan terbaru bagi yang berancana berkunjung ke Bali

29 May 2020 - Pemerintah Provinsi Bali telah memperbarui kebijakan untuk wisatawan yang berencana untuk mengunjungi Bali selama situasi pandemi ini. Tidak hanya harus menunjukkan hasil tes swab negatif-PCR (yang berlaku setidaknya selama tujuh hari sejak tiba di Bali) dan mengisi pendaftaran pengunjung secara online, kini ada beberapa persyaratan lain yang harus disediakan oleh para pendatang.


  1. Surat pernyataan perjalanan domestik, yang menginformasikan tujuan kunjungan, lokasi menginap selama kunjungan dan berapa lama Anda berniat untuk tinggal di Bali.
  2. Surat sponsor yang menjelaskan siapa yang bertanggung jawab selama kunjungan di Bali, termasuk semua risiko yang mungkin terjadi selama masa tinggal.
Format surat-surat ini dapat diunduh di https://cekdiri.baliprov.go.id/.


26 Mei 2020 - Pengunjung domestik dan internasional yang berencana untuk mengunjungi Pulau Dewata harus terlebih dahulu menjalani tes swab Covid-19 dan mengisi semua informasi yang diperlukan di situs web administrasi resmi Bali. Meskipun pembatasan perjalanan sementara belum dicabut oleh imigrasi, ada sejumlah kalangan orang asing yang masih dapat memasuki Bali karena mereka memiliki KITAS, KITAP, Visa Diplomatik atau memenuhi syarat untuk melakukan beberapa pekerjaan penting di Indonesia. “Kami mendesak semua orang dan semua maskapai penerbangan untuk memastikan semua persyaratan telah dipenuhi sebelum terbang ke Bali, semua penumpang harus sudah memiliki hasil tes PCR yang menyatakan mereka negatif Covid-19. Dokumen tersebut harus diperiksa di bandara sebelum keberangkatan, ”kata Elfi Amir perwakilan dari otoritas Bandara Bali.

Protokol baru yang akan mulai diterapkan pada hari Kamis, 28 Mei 2020 ini adalah hasil dari surat yang diajukan oleh Gubernur Bali, I Wayan Koster kepada menteri transportasi pada hari Senin, 18 Mei. Gubernur meminta hasil tes swab (PCR) sebagai persyaratan wajib untuk memasuki Bali melalui bandara. Permintaan ini telah ditanggapi dengan cepat oleh menteri transportasi, yang diikuti oleh pertemuan virtual yang dihadiri oleh gugus tugas Covid-19 provinsi Bali, otoritas bandara Ngurah Rai dan beberapa perwakilan maskapai penerbangan.

Para pengunjung juga perlu mendaftarkan diri secara online di https://cekdiri.baliprov.go.id/, yang akan menghasilkan kode QR yang perlu ditunjukkan ketika membeli tiket sebagai bukti bahwa penumpang sehat.

Berikut ini rincian prosedur yang harus Anda ikuti sebelum memasuki Bali:
  1. Pengunjung harus memiliki hasil negatif pada tes Swab - PCR (hasil tes cepat tidak akan diterima). Hasil tes harus valid setidaknya selama tujuh hari dalam hari kedatangan Anda di bandara Bali.
  2. Mengisi form online “Pendataan Peserta Pelaku Perjalanan” di https://cekdiri.baliprov.go.id/
  3. Beli tiket Anda
  4. Manajemen bandara Ngurah Rai harus memeriksa dokumen Anda pada saat kedatangan
  5. Para pengunjung diharuskan melakukan karantina sendiri dan wajib diuji lagi jika dirasa perlu dikemudian hari
  6. Kepala Desa Adat akan terus memverifikasi keberadaan pengunjung

Kebijakan itu dibuat untuk membatasi orang yang ingin tetap bepergian di masa pandemik ini. Jadi, bagi mereka yang tidak memiliki tujuan penting dan mendesak, disarankan untuk menunda perjalanan mereka. Hal ini dianggap perlu mengingat pemerintah pusat merencanakan untuk menjadikan Bali, Yogyakarta dan kepulauan Riau daerah pertama yang dibuka kembali dengan konsep "normal baru". “Namun, itu bukan hal yang sederhana. Ini akan menjadi jalan yang panjang karena [wabah] belum berakhir. Bali ingin mengontrol dengan ketat siapa yang memasuki Bali, baik orang Indonesia maupun orang asing, karena semua orang bisa jadi adalah pembawa COVID-19, ” kata Dewa Made Indra, ketua eksekutif Satuan Tugas COVID-19 Bali.


Tes Pengecekan virus Corona (COVID-19)

Dalam kebijakan sebelumnya, Bali telah memilih tes cepat (rapid test) sebagai metode untuk memeriksa pengunjung di semua titik masuk tetapi akan segera diubah dengan tes swab. 

Apa perbedaan antara kedua tes ini dan bagaimana cara kerjanya?

1. Tes swab - PCR (Reaksi Polimerisasi Rantai) atau usap hidung
Ini adalah test kit terakirat saat ini yang digunakan untuk memeriksa Covid-19 di dunia. Selama tes, sampel sekresi dari bagian belakang hidung dan tenggorokan bagian atas dikumpulkan menggunakan swab berujung panjang yang lembut. Sampel akan diperiksa di laboratorium untuk mengetahui apakah keberadaan virus Covid-19 dapat terdeteksi atau tidak. Tes swab - PCR dapat memakan waktu hingga beberapa hari untuk diproses; namun, ada tipe PCR baru yang dapat menunjukkan hasil dalam waktu kurang dari satu jam. Tes dengan metode ini  diklaim 80-85% akurat dalam mendeteksi virus.

2. Tes cepat (rapid test), tes serologis atau tes darah antibodi
Tidak seperti PCR atau tes swab, yang menggunakan swab untuk mendeteksi Covid-19, pada tes cepat (rapid test) sampel darah  diambil untuk tes antibodi. Rapid test-kit akan memeriksa apakah individu memiliki kekebalan terhadap virus COVID-19 dengan mencari antibodi spesifik dalam aliran darah. Antibodi adalah protein kecil yang merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh kita. Kandungan ini diproduksi untuk mempertahankan tubuh kita terhadap virus tertentu, dalam hal ini, Covid-19. Tes cepat hanya membutuhkan sepuluh hingga lima belas menit untuk diproses; Namun, jenis tes ini dianggap kurang akurat dibandingkan dengan tes swab - PCR. Reaksi antibodi reaksi silang pada test kit ini dapat menjadi sinyal yang seseorang telah terinfeksi oleh Covid-19 atau virus lain. Oleh karena itu, orang-orang yang telah diuji positif menggunakan tes cepat harus diuji lagi menggunakan metode swab test - PCR.