Bali perlahan terbuka kembali dengan protokol normal baru

12 Juni 2020 - Sudah tiga bulan sejak Indonesia mengumumkan kasus pertama Covid-19 pada awal Maret. Semua agenda acara dan rencana liburan harus dibatalkan guna menghentikan penyebaran wabah virus korona. Bahkan acara paling penting di Bali, Nyepi yang selalu dirayakan dengan parade Ogoh-Ogoh pada malam Nyepi dibatalkan. Banyak turis yang mengunjungi pulau bali juga terpaksa harus kembali ke negara mereka masing-masing, dan mereka yang sudah merencanakan liburan ke Bali harus menunda rencana hingga peraturan terbaru terkait dengan pembatasan wisata ditiadakan. Hal ini berimbas pada mimpi buruk yang tak pernah terbayangkan sebelumnya bagi para penggiat bisnis pariwisata di Bali, terutama bagi mereka yang bekerja sebagai pekerja informal di perusahaan travel dan pariwisata seperti yang ditekuni oleh banyak orang Bali.

Tapi hari ini kita akhirnya bisa melihat sekilas harapan dimana beberapa aktivitas mulai dapat kembali normal di Indonesia, terutama di pulau dewata - Bali. Mal dan restoran sudah mulai dibuka kembali sejak beberapa hari terakhir dengan menerapkan protokol kesehatan. Mal Beachwalk di Kuta sekarang beroperasi dengan jam operasional baru mulai pukul 11.00 hingga 20.00 setiap hari, dan Mall Bali Galeria beroperasi mulai pukul 12.00 hingga 20.00 setiap hari. Salah satu klub pantai paling populer di Bali, Karma Beach Club juga dijadwalkan untuk dibuka kembali pada 20 Juni.

Orang-orang juga mulai mengunjungi beberapa pantai yang telah “dibuka” kembali oleh masyarakat setempat; meskipun gubernur Bali telah menekankan bahwa semua tempat wisata tidak boleh dibuka terlebih dahulu karena pemerintah pusat belum memberikan izin. Situasi ini sangat dimengerti karena semua orang telah tinggal di rumah mereka begitu lama, dan tidak diragukan lagi hal ini mempengaruhi kesehatan mental mereka.

Presiden Joko Widodo telah menghubungi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif pada akhir Mei untuk memeriksa kemajuan "strategi khusus" pada program pemulihan pariwisata menyambut era "normal baru". Kementerian menyarankan untuk secara bertahap mengidentifikasi daerah mana yang siap menyambut wisatawan dengan protokol kesehatan Covid-19. “Kami mengintegrasikan beberapa rencana dengan kementerian, lembaga dan gugus tugas lain,” kata Wishnutama pada akhir Mei.

Sementara itu di Canggu, sebuah insiden terjadi di salah satu restoran yang berlokasi di Batu Bolong, Rabu malam (10/6); polisi datang dan membubarkan sekelompok orang yang membanjiri area restoran tanpa mengenakan masker dan menjaga jarak sosial. Manajemen mengatakan bahwa pihak mereka telah menerapkan beberapa protokol kesehatan, termasuk memeriksa suhu tubuh setiap tamu yang datang dan mewajibkan semua orang untuk mencuci tangan sebelum memasuki restoran. Namun, hal-hal lain terjadi di luar kendali karena tiba-tiba banyak orang bersemangat untuk datang, dan para karyawan  kewalahan.

Layanan imigrasi untuk warga negara asing di kantor imigrasi terbuka sekarang.

Beberapa layanan penting untuk orang asing di kantor imigrasi sekarang tersedia:
  1. Perubahan status aplikasi Izin Tinggal Imigrasi
  2. Penerbitan Izin Tinggal Sementara Baru (ITAS)
  3. Penerbitan Sertifikat Tempat Tinggal Imigrasi (SKIM)
  4. Aplikasi Kewarganegaraan Ganda Indonesia dan fasilitas imigrasi
Meskipun demikian, imigrasi juga menyatakan bahwa semua larangan bepergian untuk masuk atau transit di Indonesia belum dicabut. Semua orang asing yang terjebak di Bali karena Covid-19 masih memenuhi syarat untuk Izin Tinggal Darurat sampai pemberitahuan lebih lanjut. Imigrasi BELUM memberikan informasi lebih lanjut seputar rencana kapan Visa Kedatangan (VoA) akan tersedia lagi.

Bagi Anda yang berencana untuk mengunjungi kantor imigrasi diharuskan untuk mengikuti beberapa protokol berikut:
  1. Kenakan masker
  2. Cuci tangan
  3. Periksa suhu tubuh di pintu masuk
  4. Praktekkan jarak sosial
Protokol-protokol ini sekarang telah menjadi prosedur standar untuk diterapkan di area publik, termasuk pasar, restoran, hotel, kantor dan semua tempat.