Berita terkini seputar jumlah total kasus positif COVID-19 di Bali, 31 Maret 2020

Gugus Tugas Covid-19 mewakili Pemerintah Provinsi Bali telah memberikan beberapa update resmi tentang jumlah total kasus COVID-19 positif di Bali, pada konferensi pers online dari kantor Gubernur Bali pada Senin sore. Hingga 30 Maret 2020 jumlah Pasien yang Diobservasi adalah 146 orang (dengan 9 kasus baru). Dari 146 orang yang telah diuji, 109 hasil tes laboratorium telah keluar, dengan 90 orang negatif, dan 19 orang positif. Jumlah infeksi positif hampir dua kali lipat dari konferensi pers terakhir pada tanggal 29 Maret 2020, yang hanya 10 kasus.

9 kasus positif yang baru ini terdiri dari 1 warga negara asing dan 8 warga negara Indonesia. 3 dari 8 orang Indonesia ini diyakini terinfeksi/ tertular secara lokal, karena kontak langsung dengan penderita COVID-19 positif lainnya di Bali. 1 dari 3 kasus penularan lokal ini sayangnya terjadi pada seorang pekerja medis. Sementara 5 warga negara Indonesia lainnya kemungkinan besar terinfeksi dari luar Bali.

Dengan ditemukannya kasus-kasus penularan lokal di kalangan orang Bali, Covid19 Task Force sedang mempersiapkan fitur pemetaan live penyebaran Covid-19 di Bali. Kedepannya fitur ini diharapkan dapat membantu banyak orang agar dengan mudah dapet mengakses informasi tentang kasus baru yang ditemukan di daerah mereka dan sehingga menjadi lebih waspada.

Dewa Made Indra sebagai kepala Satuan Tugas Covid-19 di Bali juga memiliki beberapa kabar baik. 2 pasien dengan positif Covid-19 dilaporkan telah pulih sepenuhnya setelah menerima perawatan di Rumah Sakit Bali. "Kemudian yang sembuh ada dua orang. Mereka yang sudah sembuh itu sudah dalam persiapan untuk pulang," imbuhnya.

Selanjutnya, Gubernur Bali dan Kepala Bandesa Agung Bali telah sepakat untuk menandatangani surat resmi lainnya yang memerintahkan setiap desa di Bali untuk membentuk kelompok Covid-19 sukarela (05 / SK / MDA-Prov Bali / III / 2020). Kelompok ini bertanggung jawab untuk mengedukasi para warga di daerah terpencil, membantu pemerintah daerah untuk menjelaskan pentingnya jarak sosial yang mengarah pada pembatalan beberapa acara keagamaan dan adat, mendistribusikan masker wajah dan pembersih tangan, dan melaporkan ke banjar setempat jika ada pengunjung atau penduduk setempat yang baru kembali dari pulau/ negara lain.