Wisatawan asing belum dapat kembali mengunjungi Bali hingga akhir tahun 2020

14 Agustus 2020 - Pemprov Bali telah menginformasikan rencananya untuk membuka kembali Bali bagi wisatawan mancanegara pada 11 September 2020. Namun harapan ini tampaknya belum akan dapat terwujud dalam waktu singkat karena pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal, Luhut Pandjaitan memberikan pernyataan bahwa Indonesia akan membutuhkan waktu lebih banyak untuk membuka kembali pasca situasi pandemik usai, setidaknya hingga akhir tahun ini. Hal tersebut dijelaskan Luhut saat melakukan virtual meeting dengan anggota Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) pada Kamis, 13 Agustus 2020.

Saat ini, seluruh pelaku usaha travel dan pariwisata diharapkan fokus memasarkan jasanya kepada wisatawan domestik serta mengupgrade fasilitas berdasarkan protokol kesehatan kenormalan yang baru. “Kita harapkan 70% wisatawan domestik. Sepertinya wisatawan mancanegara belum bisa berkunjung sampai akhir tahun ini. Mari kita konsolidasi dulu,” imbuh Luhut.

Kepala Dinas Pariwisata Bali, I Putu Astawa juga menjelaskan, keputusan pembukaan kembali suatu negara tidak hanya ditentukan oleh pemerintah pusat, tetapi juga terkait dengan kebijakan negara lain. Sekalipun Indonesia telah membuka perbatasan bagi wisatawan internasional, namun di sisi lain negara lain belum mengizinkan warganya meninggalkan negaranya, maka kebijakan tersebut tidak akan efektif.

Selain itu, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Indonesia belum mencabut 'PERMENKUMHAM NOMOR 11 TAHUN 2020' tentang larangan perjalanan dan penonaktifan Visa on Arrival bagi pengunjung asing. Artinya, situasi pandemi di Indonesia belum dinyatakan berakhir atau belum ada tanda-tanda segalanya akan segera kembali normal. Pantau terus situs web dan akun sosial media resmi kami untuk mengetahui kapan Bali-Indonesia dibuka lagi bagi para wisatawan internasional.

Sejauh ini, Bali mencatat 3927 kasus positif Covid-19 hingga Kamis (13/8) malam, dengan 49 kematian dan 3425 sembuh total. Pemerintah provinsi baru-baru ini melaporkan beberapa kasus penularan lokal, khususnya di Denpasar. Angka ini relatif kecil dibandingkan dengan lebih dari 132.816 kasus dan 5.968 korban jiwa di Indonesia.