Presiden Indonesia mengumumkan pembatasan sosial berskala besar sehubungan dengan darurat kesehatan

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan darurat kesehatan bagi masyarakat sehubungan dengan penyebaran virus COVID-19 pada hari Selasa (31 Maret 2020). Hal ini dirasa sangat penting mengingat meningkatnya jumlah infeksi dan kematian di seluruh pelosok negeri. Presiden menyampaikan dalam konferensi pers bahwa pembatasan sosial ini didasarkan pada Undang-Undang Karantina Kesehatan tahun 2018, yang memungkinkan kota dan provinsi untuk menutup layanan yang tidak penting dan membatasi kegiatan keagamaan dan sosial. “Kami mengambil opsi untuk memberlakukan pembatasan sosial skala besar [...] sebagaimana diatur oleh UU No.6 / 2018 tentang karantina kesehatan. Kami juga telah mengeluarkan peraturan pemerintah tentang pembatasan sosial, serta keputusan presiden tentang status darurat, ”kata Jokowi.

Peraturan ini akan memungkinkan polisi nasional "untuk mengambil langkah-langkah penegakan hukum yang proporsional" untuk menjaga peraturan pembatasan sosial skala besar berjalan dengan lancar dan efektif mencegah penyebaran wabah Covid-19. Pelanggaran terhadap peraturan ini dapat dipidana satu tahun penjara atau denda paling banyak Rp100 juta. Selanjutnya, pemerintah menekankan jika peraturan ini tidak dipatuhi oleh publik maka peraturan darurat militer akan diberlakukan. "Kami sedang mempersiapkan (opsional) darurat militer dalam keadaan abnormal. Kami siap untuk mengambil langkah-langkah seperti itu, tetapi tentu saja tidak dalam keadaan saat ini," tambah Bapak Presiden. dan para pemimpin daerah juga didesak untuk mengikuti peraturan yang baru ini dan tidak mengeluarkan peraturan mereka sendiri.

Selain menyatakan pembatasan sosial berskala besar, pemerintah juga menyebutkan memberikan bantuan keuangan kepada pekerja informal dan warga yang kurang mampu, mengratiskan tagihan listrik pada rumah dengan golongan 450VA dan menyisihkan 25 triliun rupiah (US $ 1,5 juta) untuk memastikan harga kebutuhan primer seperti makanan dan kebutuhan sehari-hari lainnya tetap terjangkau di pasaran.