Update Korona: Bali setelah satu bulan dibuka untuk wisatawan domestik

1 September 2020 - Sudah sebulan sejak Bali mengimplementasikan fase kedua dari protokol new-normal pada akhir Juli lalu. Sejauh ini, lebih dari 3000 (rata-rata) wisatawan domestik telah mendarat di bandara Bali setiap harinya, jelas Wayan Koster, Gubernur Bali kepada Balipost pada 31 Agustus 2020. Namun, kabar baik ini ternyata kurang berpengaruh signifikan terhadap kondisi tingkat hunian hotel Bali; karena jumlah pengunjung relatif masih sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah kamar hotel di Bali yang lebih dari 130.000.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Manajer Umum Hotel Indonesia di Bali, I Made Ramia Adnyana menyampaikan keprihatinannya atas rencana pemerintah pusat Indonesia untuk menutup perbatasan hingga akhir tahun 2020. "... dengan masih adanya empat hingga lima bulan lagi. Kami belum bisa memastikan bagaimana industri pariwisata Bali bisa bertahan hingga awal 2021, ”ujarnya. Covid-19 telah menyebabkan banyak pekerja Bali di industri pariwisata kehilangan pekerjaan; kebanyakan dari mereka terpaksa kembali ke desanya untuk bertani atau memancing sekedar hanya untuk bertahan hidup.

Situasi ini diperburuk dengan lonjakan jumlah infeksi baru Covid-19 saat ini. Kemarin, Bali mencatat kasus terkonfirmasi harian tertinggi 129, yang mendorong total kasus menjadi 5207; 68 kematian, 4434 pasien sembuh dan 705 kasus aktif. Meski demikian, angka tersebut masih relatif kecil jika dibandingkan dengan lebih dari 174.796 kasus dan 7.417 kematian di Indonesia.

Awal pekan lalu, Pemprov Bali memberlakukan peraturan baru yang mewajibkan pemakaian masker di tempat umum. Peraturan ini mungkin terkesan serupa dengan arahan sebelumnya yang diberikan oleh pihak pemerintah provinsi pada bulan April. Namun, saat ini semuanya sudah diatur dalam peraturan gubernur nomor 46 tahun 2020, bagi yang tertangkap tidak memakai masker di luar rumah akan dikenakan denda sebesar Rp. 100.000. Bisnis dan tempat/ fasilitas umum juga wajib menyediakan fasilitas sanitasi/ kesehatan, seperti hand sanitizer, tempat cuci tangan, pemeriksa suhu, poster kewaspadaan virus Corona, dan selalu mengingatkan para tamu untuk tetap menjaga jarak sosial. Pelanggaran peraturan ini akan dikenakan denda Rp. 1.000.000 atau bahkan pencabutan izin operasionalnya untuk sementara. Pelanggar harus membayar denda kepada petugas di tempat.

Gubernur Bali meyakini kunci pemulihan ekonomi di pulau Dewata hanya akan bisa jika semua masyarakat memiliki disiplin diri dan menaati semua peraturan protokol kesehatan yang sudah ada.