Protokol perjalanan aman di Bali

23 Oktober 2020 - Sebagian besar pekerja dan pelajar Indonesia akan mendapat libur panjang pekan depan dalam rangka merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Kantor dan sekolah memulai hari libur pada 28 hingga 30 Oktober, kemudian dilanjutkan dengan akhir pekan dari 31 Oktober hingga 1 November; total menjadi lima hari libur. Biasanya, banyak warga di kota-kota besar akan bepergian ke negara tetangga seperti Thailand, Singapura, dan Malaysia. Meski begitu, sejak Covid-19 terjadi, tempat rekreasi domestik seperti Bali, Lombok dan Labuan Bajo menjadi satu-satunya pilihan yang bisa diakses saat ini.


Pengunjung internasional dengan tujuan mendesak juga mulai kembali ke Bali. Meskipun Indonesia masih belum mengizinkan pengunjung asing untuk masuk dengan tujuan pariwisata dan visa kedatangan gratis dinonaktifkan sampai pemberitahuan lebih lanjut; Pengajuan Visa Sosial Budaya B-211 bisa menjadi solusi bagi pengunjung internasional untuk kembali ke Pulau Dewata. Baca artikel ini untuk detailnya.


Setelah dokumen perjalanan (visa) dan penerbangan Anda dikonfirmasi, ada beberapa persyaratan perjalanan wajib yang harus Anda ikuti dan pahami, antara lain:

  1. Penerbangan domestik
    1. Setiap penumpang harus memiliki hasil tes cepat non-reaktif atau hasil tes PCR / swab negatif. Jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat kesehatan saat check-in, Anda akan tetap diizinkan terbang ke Denpasar / Bali. Namun harus melalui rapid atau PCR / swab test saat mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai; biayanya Rp 85.000 (rapid test).
    2. Isi form data Health Alert Card dari Kementerian Kesehatan RI atau E-HAC (Electronic Health Alert Card) yang bisa Anda akses disini.
    3. Anda harus menjalani fase karantina mandiri hingga hasil tes dikeluarkan. Jika hasilnya reaktif untuk tes cepat atau positif pada tes PCR / swab, Anda akan diarahkan ke rumah sakit terdekat yang ditunjuk untuk menangani Covid-19.
    4. Untuk keberangkatan dari kota atau daerah yang tidak menyediakan fasilitas tes COVID-19, dapat menggantinya dengan Sertifikat Kesehatan dari dokter / rumah sakit yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tidak menunjukkan gejala penyakit sejenis influenza.
    5. Anda diharuskan untuk mendaftarkan kunjungan Anda di situs LoveBali di sini.
  2. Penerbangan internasional
    1. Otoritas Indonesia secara ketat membatasi penerbangan internasional ke tanah air; Oleh karena itu, penerbangan langsung ke Bali dan wilayah lain ditiadakan. Semua penerbangan internasional harus transit di Jakarta (Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), untuk peraturan transit, cek di sini.
    2. Ikuti persyaratan masuk ke Indonesia mengikuti ketentuan dari IATA Travel Center. Atau ikuti instruksi dari agen visa Anda, rekomendasi di sini.
    3. Isi form data Health Alert Card dari Kementerian Kesehatan RI atau E-HAC (Electronic Health Alert Card) yang bisa Anda akses disini.
    4. Setiap penumpang harus memiliki hasil tes PCR / swab negatif. Jika penumpang tidak dapat menunjukkan sertifikat kesehatan saat check-in, Anda akan tetap diizinkan terbang ke Denpasar / Bali. Namun harus melalui PCR / swab test saat mendarat di bandara internasional Ngurah Rai.
    5. Anda harus menjalani fase karantina mandiri hingga hasil tes dikeluarkan. Jika hasil tes PCR / swab positif, Anda akan diarahkan ke rumah sakit terdekat yang ditunjuk untuk penanganan Covid-19 di pulau tersebut.
    6. Anda diharuskan untuk mendaftarkan kunjungan Anda di situs LoveBali di sini.

Selain semua persyaratan di atas, para pendatang kemungkinan akan menjalani beberapa pemeriksaan kesehatan tambahan, serta mengisi formulir / surat pernyataan lain yang diwajibkan oleh otoritas setempat / pemerintah daerah. Anda juga mungkin diminta untuk memberikan salinan, dan dokumen asli setelah check-in saat keberangkatan atau sesaat setelah mendarat di tempat tujuan. Pihak maskapai tidak bertanggung jawab atas kekurangan dokumen yang diperlukan dan berhak untuk membatalkan penerbangan penumpang yang tidak dapat memenuhi persyaratan penerbangan.


Masker wajib dikenakan di bandara dan selama penerbangan. Sebagian besar maskapai penerbangan memiliki kebijakan social distancing sendiri yang menyebabkan penerbangan hanya dapat diisi setengah dari kapasitas normal. Juga disarankan agar penumpang tidak berkomunikasi dengan penumpang lainnya selama penerbangan, dan menunda waktu makan atau minum jika memungkinkan dalam penerbangan singkat. Jika Anda berada dalam penerbangan panjang, pertimbangkan untuk membawa peralatan makan dan perlengkapan kebersihan pribadi Anda sendiri. Langkah-langkah ini merupakan bagian dari kampanye #safetravel dan #welovebali yang dibuat oleh otoritas, untuk menghidupkan kembali industri pariwisata di pulau dewata.


Di Bali, Inspektur Jenderal Polisi Peter Reinhard Golose menjelaskan kepada media bahwa pihaknya telah bersiap untuk menyambut kemungkinan lonjakan kunjungan di tempat-tempat wisata populer, pelabuhan, dan bandara pekan depan.