Bali segera memiliki taman bawah laut terbesar di Indonesia

9 Oktober 2020 - Selain keindahan bawah laut Bali yang sudah terkenal seperti Pemuteran, Tulamben, Penida, Padang Bai dan Benoa; taman terumbu karang baru akan segera dibangun di lima wilayah berbeda di pulau dewata Bali. Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo telah menyiapkan beberapa program bernama Indonesia Coral Reef Garden (ICRG) untuk membangun dan memulihkan semua potensi biota laut yang tersembunyi di perairan Bali. Program ini telah resmi diumumkan ke publik secara virtual pada Rabu, 7 Oktober 2020.


Komplek taman terumbu karang ini menelan biaya sekitar Rp 111,2 miliar, yang meliputi 50 hektar bentang alam bawah laut di Nusa Dua, Sanur, Serangan, Pandawa, dan Buleleng. ICRG saat ini merupakan proyek restorasi terumbu karang terbesar di Indonesia, yang sepenuhnya bersistem padat-karya, dengan target akan membuka lapangan kerja hingga 11.000 orang bagi warga lokal. Mendagri meyakini program ini akan menghidupkan kembali geliat ekonomi di desa pesisir Bali yang hancur akibat pandemi virus corona. Kedepannya, taman terumbu karang ini tidak hanya akan difungsikan sebagai objek wisata bawah laut, tetapi juga untuk tujuan edukasi dan penelitian.


Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan terlibat dalam proyek ini. Izin khusus akan diperlukan untuk memindahkan bibit karang dari habitat alami yang sudah ada sebelumnya (di luar kawasan konservasi) ke lingkungan baru. Menteri Edhy memastikan setiap proses akan dilakukan secara profesional dan hanya akan ditangani oleh para ahli. Berbagai prosedur metode transplantasi seperti Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (MARRS) / Spider dan Bioreeftek hexadome, fishdom, dipadukan dengan penempatan beberapa patung ramah lingkungan, untuk memberikan sentuhan artistik pada taman terumbu karang yang sebentar lagi akan dibangun ini. Setiap lokasi akan memiliki rencana pemetaan yang berbeda, dengan mempertimbangkan struktur transplantasi karang, scaping laut, biota laut dan tema yang ingin disorot pada setiap titik.


"Proyek ICRG akan melibatkan banyak organisasi masyarakat dengan kompetensi profesional di bidang restorasi terumbu karang. Selain itu, mereka yang terdampak pandemi Covid-19, termasuk bisnis pariwisata seperti hotel, operator selam, pemandu wisata, UMK dan masyarakat pesisir lainnya," imbuh Edhy Prabowo. Kedepannya, setelah pembangunan ICRG selesai, Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC - badan usaha milik negara yang mengkhususkan diri dalam pengembangan dan pengelolaan kompleks pariwisata terintegrasi, seperti Nusa Dua dan The Mandalika di Lombok) akan melanjutkan program luar biasa ini.


Gubernur Bali, Wayan Koster menyambut gembira rencana ini, sekaligus menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat pada Bali. Menurutnya, rencana ini merupakan sebuah ide yang revolusioner karena menurutnya Bali memiliki semua potensi. Namun belum ada upaya signifikan yang dilakukan secara khusus guna mengembangkan potensi maritim ini. “Ini potensi yang belum saya pertimbangkan, belum pernah dikelola dengan baik dengan kebijakan yang memadai, dan belum dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Bali,” kata Koster.