Bali antisipasi penyebaran Covid-19 selama liburan panjang mendatang

21 Oktober 2020 - Bulan Oktober perlahan akan segera berakhir, biasanya Bali sudah mulai sibuk di masa-masa ini. Banyak bar, restoran, dan hotel akan menghiasi properti mereka dengan dekorasi Halloween, undangan untuk kontes kostum juga sudah diumumkan, tetapi tahun ini tidak akan sama. Sebagian besar tempat berjuang untuk mempertahankan bisnis mereka agar tetap buka, sementara beberapa pekerja yang beruntung harus berjuang mengelola gaji mereka yang dipotong secara drastis agar dapat bertahan hidup. Tahun lalu, lebih dari 500.000 ribu wisatawan mancanegara mengunjungi Bali pada bulan Oktober, dan secara akumulatif lebih dari lima juta kunjungan dari Januari hingga Oktober. Meskipun demikian, hidup harus terus berjalan; Pemerintah Indonesia dan Bali sedang mempersiapkan langkah antisipasi menyambut pengunjung domestik pada hari libur mendatang dalam rangka menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW, mulai 28 Oktober hingga 1 November 2020.


Presiden Jokowi telah menginstruksikan kabinetnya untuk mengintensifkan penerapan protokol perjalanan aman pada sejumlah destinasi pariwisata di tanah air, khususnya Bali. “Kita sempat mengalami lonjakan kasus saat libur panjang beberapa waktu lalu, mungkin satu setengah bulan yang lalu. Oleh karena itu, perlu diperhatikan agar libur panjang tidak menyebabkan peningkatan kasus Covid-19,” kata Jokowi di sela acara rapat terbatas di Istana Merdeka-Jakarta, pada hari Senin, 19 Oktober 2020.


Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian juga turut hadir dalam pertemuan tersebut dan menjelaskan kepada media bahwa bepergian ke daerah lain dan mengunjungi destinasi wisata populer berpotensi membuat wisatawan terpapar virus corona. Ia juga mendorong masyarakat untuk menghabiskan liburan di rumah saja bersama keluarga.


Berdasarkan data, per 18 Oktober 2020, rata-rata kasus aktif di Indonesia mencapai 17,69%, lebih rendah dari rata-rata kasus aktif dunia sebesar 22,54%. Angka rata-rata kematian akibat Covid-19 di Indonesia juga menurun dari 3,94% menjadi 3,45% dalam satu bulan terakhir. Recovery rate meningkat menjadi 78,84%, lebih tinggi dari recovery rate dunia sebesar 74,67%.


Otoritas Bali juga memiliki pandangan yang sama dan berpesan kepada setiap orang untuk tetap menjalankan tata tertib kesehatan, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak sosial dan selalu memakai masker saat keluar. Dewa Indra selaku ketua satgas Covid-19 di Bali memberikan update tentang perkembangan penanganan virus corona di pulau dewata. Hingga 19 Oktober 2020, baru 125 tempat tidur yang digunakan dari total 301 tempat tidur di empat tempat karantina yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Bali. Sedangkan ruang isolasi di rumah sakit hanya terisi kurang dari setengahnya, dari total kapasitas 1297 hanya 541 yang terisi atau 41,71% dan hunian ICU masih 54,89%, dengan 73 tempat tidur terisi dari total 133 tempat tidur.


Kemarin, Bali mencatat 75 kasus baru terkonfirmasi harian, sehingga total kasus menjadi 10.955; 351 kematian, 9788 pasien sembuh dan 816 kasus aktif. Meski demikian, angka tersebut masih bisa dibilang relatif kecil dibandingkan dengan lebih dari 368.842 kasus dan 12.734 kematian di Indonesia.