Tari Legong & Barong Gunung Sari at Puri Agung Peliatan

Ubud | 80571 Ubud

Image Image Image Image
Jenis Aktifitas
  • Budaya & Seni : Tari
  • Di Udara
Baik Tahu
  • Kami berbicara : Ingr., Indon.
  • untuk : Individuals, Couples, Small Groups, Kids & Families, Large Groups / Outings
Harga & Peraturan
  • Harga dewasa mulai dari : dari USD10.00
  • Pilihan pembayaran : Bayar Tunai

Dewasa dari USD10.00

  • Budaya & Seni:
    Tari

Jam Buka

  • 01. Jan – 31. Dec

  • Sabtu:
    18:45 - 20:15
  • ditutup:
    Sen-Ju, Mi

Tari Legong & Barong Gunung Sari at Puri Agung Peliatan

Pertunjukan tari Saka Gunung Sari berlangsung di Puri Agung Peliatan di Ubud. Dipercaya menjadi salah satu Pertunjukan Tari yang paling direkomendasikan yang dapat Anda nikmati di Bali. Ada Tari Legong, Tari Oleg Tambulilingan, Tari Pendet dan kadang-kadang Anda juga bisa menyaksikan Gebyar Terompong dan Gebyar Duduk dan diakhiri dengan Tari Barong dan Rangda, kemudian Tari Keris.


Sejarah berdirinya sekaa Gunung Sari dimulai pada tanggal 24 November 1926, di Puri Kaleran Peliatan yang sedang melaksanakan kegiatan mebarong-barongan (ngelawang) untuk memperingati hari Raya Galungan. Beberapa anggota kelompok ini bermaksud membuat tarian Arja Laki, dengan anggota para penari yang telah hadir saat itu sebagai anggota inti ditambah dengan beberapa simpatisan. Semakin lama makin kelompok ini semakin berkembang dan terorganisir dengan baik hingga munculah ide untuk membuat Sekaa Gong dengan struktur anggota berikut, A.A.Gede Mandera sebagai kelian. Pemucuk-pemucuknya: Gusti Kompyang Pangkung, Made Lebah, Pande Made Gerondong, Pande Made Gandut dll.

Setelah sekaa gong ini terbentuk, mereka mengadakan latihan-latihan secara rutin dengan meminjam atau menyewa Gamelan ke berbagai tempat. Karena pada waktu itu tidak banyak tempat yang memilliki gamelan. Setelah melakukan latihan dengan rutin, sekaa ini memutuskan untuk mengikuti beberapa lomba Gong antar Kabupaten (mepanduk) sekitar tahun 1930. Suatu ketika ada seorang wisatawan Asing yang berkunjung ke Bali bernama Jhon Cost yang menawarkan pada sekaa ini untuk diajak ke Paris pada tahun 1931, pada waktu itu masih menggunakan kapal laut sehingga perjalanan sampai ke paris menempuh waktu enam bulan. Dari prosesnya di Paris mereka melakukan pementasan dengan baik, dengan membawa Tarian Legong Keraton, Janger, Kecak, Joged. Sekembalinya dari pentas tersebut para juru Sekaa membuat sebuah kesepakatan untuk membuat Gamelan, dengan menggunakan dana dari anggota yang pada waktu itu masih berjumlah 25 orang. Pembuatan gamelan ini pun tak sembarangan, karena menggunakan bilahan ceng-ceng yang ditemukan oleh seorang penggembala yang sedang mencari makan untuk ternaknya di halaman Pura Gunung Sari, sewaktu para anggota sekaa berada di Paris untuk keperluan pertunjukan. Akhirnya begitu rombongan itu tiba di Bali rencana pembuatan Gamelan dijalankan. Setelah istirahat selama dua minggu, hari baik pembuatan Gamelan dan Pande Gong yang ditunjuk untuk membuat Gamelan ditetapkan dalam sebuah rapat. Ketika gamelan sedang dibuat, bilahan Ceng-ceng yang ditemukan oleh seorang penggembala tadi dipakai sebagi Jatu dalam haturan sesajen (Banten) di Pura Gunung Sari. Dalam pengerjaannya anggota dari Sekaa tersebut mencari kayu belalu ke Daerah Buleleng untuk dipakai membuat pelawah atau tempat dari bilahan atau daun Gamelan dengan berjalan kaki mendorong gedebeg, tidak diceritakan lamanya mencari kayu itu. Dalam proses pengerjaan yang begitu panjang selesailah satu barungan Gamelan tersebut dan dilanjutkan dengan upacara adat, hingga akhirnya gamelan tersebut diberi nama Gamelan Gunung Sari dan kelompoknya diberi nama Sekaa Gong Gunung Sari.

Kontak

Alamat

Tari Legong & Barong Gunung Sari at Puri Agung Peliatan
Daerah: Ubud
Jl. Cok Gede Rai No.63, Peliatan, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
80571 Ubud Bali
Indonesia