Legong Mahabarata Jaya Swara

Ubud | 80571 Ubud

Image Image Image Image
Jenis Aktifitas
  • Budaya & Seni : Tari, Gamelan
  • Di Udara
Baik Tahu
  • Kami berbicara : Ingr., Indon.
  • untuk : Individuals, Couples, Small Groups, Kids & Families, Large Groups / Outings
Harga & Peraturan
  • Harga dewasa mulai dari : dari USD8.00
  • Pilihan pembayaran : Bayar Tunai

Dewasa dari USD8.00

  • Budaya & Seni:
    Tari, Gamelan

Jam Buka

  • 01. Jan – 31. Dec

  • Minggu:
    19:30 - 21:00
  • ditutup:
    Sen-Sa

Legong Mahabarata Jaya Swara

Pertunjukan dibuka dengan pertunjukan musik instrumental yang disusun sejak tahun 1993 lalu berjudul Ombak Lautan - terinspirasi oleh ketenangan dan kenyamanan ombak di laut namun terkadang dapat berubah menjadi gelombang yang menggelora. Diikuti oleh tarian selamat datang yang indah menampilkan beberapa penari wanita membawa payung sembari memutarnya dengan gemulai. Tak lebih dari 10 menit, tari perang akan muncul, diikuti oleh Legong Supraba Duta dari Mahabrata Epic yang legendaris dan masih banyak lagi tarian lainnyaseperti Taruna Jaya, Cendrawasih dan tari Topeng.


Secara detail dapat diceritakan, sekaa Gong Jaya Swara adalah salah satu grup musik dan tari lokal paling terkenal yang dikenal atas kepiawaiannya dalam membawakan Legong Supraba Duta dari kisah Mahabrata. Pengunjung akan menikmati setidaknya 8 jenis tarian dan pertunjukan musik sepanjang pertunjukan.

Pertunjukan akan dibuka dengan Waves of the Oceans, sebuah pertunjukan instrumental yang dibuat pada tahun 1993 dan dimainkan selama sekitar 20 menit, terinspirasi dari gerakan ombak yang kadang-kadang bisa begitu tenang namun di lain waktu. berubah menjadi gelombang liar. Sebagai informasi, sebenarnya komposisi ini disusun oleh I Made Arnawa dan Wayne Vitale untuk kompetisi Gong Gamelan yang diadakan di Festival kesenian Bali. Sepanjang instrumen dimainkan kita bisa merasakan perpaduan antara gaya tradisional dan kontemporer yang begitu menarik untuk dinikmati.

Pertunjukan kedua disebut Tedung Agung Dance (Tari Selamat Datang), yang dibawakan oleh para penari laki-laki dan penari wanita. Penari laki-laki akan menari sambil menggerakkan payung besar yang digunakan sebagai satu properti pelengkap dan para penari wanita akan menggunakan bunga sebagai elemen dalam Tarian Tedung Dance, yang berlangsung selama sekitar 10 menit ini.

Pertunjukan ketiga disebut Tari Baris, yang dianggap sebagai salah satu tarian tradisional Bali yang penting dan dikategorikan sebagai tarian perang/ kesatria. Pertunjukan tari akan diiringi oleh gamelan, di mana seorang penari bergerak mengikuti irama gamelan menggambarkan perasaan seorang kesatria sebelum pertempuran, serta memuliakan kedewasaan prajurit Bali yang penuh kemenangan dan menampilkan keagungan kehadirannya yang memerintah. Sebelum berubah menjadi tari pertunjukan, tari baris sebenarnya digunakan sebagai salah satu ritual keagamaan untuk memberkati para prajurit dan senjata mereka miliki pada saat perayaan pura berlangsung. Penari biasanya akan membawa senjata seperti keris, tombak, busur, atau senjata lainnya, tergantung pada jenis tarian baris yang dilakukan. Tarian ini akan berlangsung selama sekitar 10 menit.

Akhirnya kita akan diajak untuk menyaksikan acara utama dari pertunjukan, Tari Legong Supraba Duta dari kisah Mahabrata, tarian klasik Bali yang dikreasikan berdasarkan salah satu epik Hindu yang paling dikenal, Mahabharata. Secara umum pertunjukan ini menceritakan kepada kita kisah perjuangan untuk menaklukkan seorang raja yang jahat yang pernah berkuasa namun akhirnya berhasil dikalahkan. Acara ini akan berlangsung sekitar 20 menit.

Setelah pertunjukan tari Legong yang megah, para penonton akan dihibur oleh pertunjukan instrumental bernama Tabuh Angklung, yang membantu kita untuk merasa lebih santai dan menikmati suasana sekitar, sebelum melanjutkan ke pertunjukan berikutnya. Pertunjukan instrumental ini akan berlangsung selama sekitar 10 menit.

Pertunjukan selanjutnya adalah Tari Jaya Pemuda (Tari Energi Pemuda), tari Taruna Jaya adalah sebuah tari yang menceritakan sisi hidup para pemuda dalam kehidupan Bali yang menunjukkan. Keceriaan, sifat malu-malu, lekas marah, manis, dan energi yang kuat. Tarian Ini berlangsung selama sekitar 10 menit.

Pertunjukan ketujuh adalah Tari Cendrawasih. Tarian ini menceritakan tentang burung cantik dari Papua yang memiliki bulu berwarna coklat dan kuning. Tarian ini diciptakan oleh seorang wanita Bali N.L.N. Swasthi Wijaya Badem untuk festival yang dulu pernah diselenggarakan oleh Walter Spies Organization pada tahun 1988.

Pertunjukan akan ditutup dengan pertunjukan Tari Topeng Arsa Wijaya, di mana para penari mengenakan topeng sambil menceritakan kisah tentang persaingan antara karakter halus dan karakter kuat.

Kontak

Alamat

Legong Mahabarata Jaya Swara
Daerah: Ubud
Jl. Raya Ubud No.8, Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali 80571
80571 Ubud Bali
Indonesia

+62 361 973285