Museum Manusia Purba Bali

Gilimanuk | 82252 Melaya

Image Image Image
Jenis Aktifitas
  • Budaya & Seni : Museum
  • Di Udara
Baik Tahu
  • Kami berbicara : Ingr., Indon.
  • untuk : Individuals, Couples, Small Groups, Kids & Families, Large Groups / Outings
Harga & Peraturan
  • Harga dewasa mulai dari : dari USD2.00
  • Pilihan pembayaran : Bayar Tunai

Dewasa dari USD2.00

  • Budaya & Seni:
    Museum

Jam Buka

  • 01. Jan – 31. Dec

  • Sen-Sel, Ju:
    08:00 - 16:00
  • ditutup:
    Ra-Ka, Sa-Mi

Museum Manusia Purba Bali

Museum Manusia Purba terletak di wilayah desa Gilimanuk, Kabupaten Jembrana. Museum ini menyimpan berbagai koleksi benda-benda purbakala dari jaman pra-sejarah akhir, diperkirakan pada jaman perundagian berkisaran tahun 600 SM sampai 800 Masehi, koleksinya seperti periuk, perhiasan batu, tempayan, perunggu, kendi, mangkuk, tajak, sarkofagus (peti mati) dan berbagai bekal kubur. Di sini juga tersimpan fosil dari manusia purba yang ditemukan di wilayah Gilimanuk.


Museum ini dibangun oleh Pemerintah Kabupaten Jembrana, bekerja sama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Jakarta dan Balai Arkeologi Denpasar, dibuka secara resmi pada tahun 1990.

Pembangunan museum ini bertujuan untuk menyediakan sarana pelestarian hasil-hasil penggalian arkeologi di Gilimanuk, yang dirintis oleh Prof. Dr. R. P. Soejono pada tahun 1963 dan diteruskan hingga beberapa tahun yang lalu. Berdasarkan hasil-hasil penggalian ini dapat diketahui, bahwa Gilimanuk dulunya merupakan sebuah daerah necropolis, yaitu perkampungan atau pemukiman nelayan yang sekaligus juga menjadi tempat pemakaman penduduk, yang berkembang pada masa perundagian, kira-kira 2000 tahun yang silam atau sekitar awal tahun masehi, jauh sebelum pengaruh dari India sampai di Bali. Ternyata situs ini memang sangat kaya akan warisan budaya seperti terbukti dari temuan yang melimpah, yaitu ratusan rangka manusia purba (anak-anak, laki-laki, dan perempuan) yang dikuburkan di situ bersama-sama dengan benda-benda bekal kubur, seperti periuk, barang-barang perunggu (tajak, gelang, cincin), gelang kayu, gelang kaca, dan lain-lainnya. hal yang tak kalah menarik perhatian, yaitu ratusan periuk berhias (ada juga yang polos) ditemukan di sini bersama-sama dengan dua buah tempayan besar yang disusun tumpuk sebagai wadah kubur. Di samping itu ditemukan juga wadah kubur lainnya, ialah berupa sarkofagus, berdampingan dengan penguburan tanpa wadah.

Berdasarkan hasil penelitian paleoantropologi dapat diketahui, bahwa manusia purba Gilimanuk adalah ras Australomelanesid dengan ciri-ciri mongoloid yang masih kuat. Kematian pada umumnya disebabkan oleh pengaruh lingkungan berbatu gamping yang mengakibatkan penyakit kelebihan zat kapur, penyakit rahang bawah dan penyakit kerapuhan tulang. Hal ini menunjukkan, bahwa kondisi kesehatan penduduk Gilimanuk kurang baik dengan frekuensi tingkat kematian rata-rata pada usia 21-30 tahun. Selain rangka manusia, disini dijumpai juga sisa-sisa fauna yang dahulu pernah hidup bersama masyarakat nelayan Gilimanuk, seperti tulang-tulang babi, anjing, unggas, kelelawar dan lain-lainnya.

Sebagian dari beberapa temuan tersebut di atas telah dipajang dalam Museum Manusia Purba Gilimanuk antara lain, rangka manusia purba Gilimanuk, tempayan, periuk, barang-barang perunggu, sarkofagus, dan lain-lainnya. Untuk melengkapi gambaran mengenai kehidupan manusia purba Gilimanuk, di Museum ini juga dipajang sejumlah replica peralatan sehari-hari dari masa yang lebih tua di Bali, yaitu alat-alat batu dari masa berburu dan mengumpulkan makanan tingkat sederhana dan tingkat lanjut dan juga dari masa bercocok tanam. Dengan demikian, Museum Manusia Purba Gilimanuk ini dapat berfungsi dalam pelestarian budaya Bali, yaitu menjadi sarana pendidikan, menjadi pusat studi dan rekreasi dan juga menjadi daya tarik bagi para wisatawan dari dalam negeri maupun mancanegara.

Kontak

Alamat

Museum Manusia Purba Bali
Daerah: Gilimanuk
Jl. Rajawali, Gilimanuk, Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali 82252
82252 Melaya Bali
Indonesia