Museum Gedong Kirtya

Buleleng | 81117 Buleleng

Image Image Image
Jenis Aktifitas
  • Budaya & Seni : Museum
  • Di Udara
Baik Tahu
  • Kami berbicara : Ingr., Indon.
  • untuk : Individuals, Couples, Small Groups, Kids & Families, Large Groups / Outings
Harga & Peraturan
  • Harga dewasa mulai dari : dari USD2.00
  • Pilihan pembayaran : Bayar Tunai

Dewasa dari USD2.00

  • Budaya & Seni:
    Museum

Jam Buka

  • 01. Jan – 31. Dec

  • Sen-Ka:
    07:30 - 15:30
  • Jumath:
    07:00 - 12:30
  • ditutup:
    Sa-Mi

Museum Gedong Kirtya

Museum Gedong Kirtya terletak di kompleks Sasana Budaya, di mana juga merupakan lokasi Puri Agung, istana tua Kerajaan Buleleng. Mewujudkan daya tarik perpustakaan sebagai objek wisata dan lokasi historis yang menarik, mantan Bupati Buleleng Drs. Ketut Wirata Sindhu pada tahun 2008 memutuskan untuk memperbarui perpustakaan Gedong Kirtya menjadi sebuah museum.
Museum perpustakaan ini mengumpulkan, menyalin, dan menyimpan ribuan lontar (manuskrip yang terbuat dari daun lontar), "prasati" (transkripsi pada lempengan logam) dan buku-buku yang berhubungan dengan berbagai aspek kehidupan manusia, seperti agama, arsitektur, filsafat, silsilah, homeopati, "usada" (manuskrip medis), ilmu hitam, dan sebagainya, dalam bahasa Bali, Kawi (bahasa Jawa kuno) dan bahasa Belanda, Inggris dan Jerman


Museum Gedung kirtya memiliki 2 buah gapura yang dengan bentuk yang masih sama seperti aslinya. Di setiap gapura terdapat angka tahun pembuatannya. Gapura luar dibuat pada 3 Juni 1939, dan gapura dalam dibuat pada 31 Mei 1933. Kedua gapura ini tampak kuno dan orisinil terbuat dari bata, semen, pasir dan cat putih. Pada salah satu bagian gapura museum terpahat relief kisah-kisah pewayangan. Menurut informasi dari Kepala Museum, dahulu hanya terdapat 2 buah bangunan utama, Gedung Kirtya sebagai tempat menyimpan lontar, dan bangunan yang difungsikan sebagai gudang di area belakang museum. Saat ini terdapat 5 bangunan baru di area museum antara lain 3 gedung perkantoran, balai bengong, dan toilet. Menurut informasi pada awalnya Gedung kirtya dibuat pada masa kolonial Belanda, yang kemudian diserahkan kepada sebuah yayasan, setelah itu diserahkan ke Pusat Dokumentasi Bali, dan sekitar tahun 1986 baru diserahkan kepada pemerintah Kabupaten Buleleng. Di halaman museum juga terdapat area taman yang ditumbuhi pohon pule, pohon jepun merah, dan rumput yang terawat rapi.

Gedong Kirtya dibangun di Singaraja oleh seorang Belanda yang bernama L.J.J Caron yang kala itu datang ke Bali untuk bertemu dengan para raja dan tokoh agama untuk berdiskusi mengenai kekayaan kesenian sastra (lontar) yang ada di seluruh Bali. Menurut beliau semua lontar yang kini tersimpan di Gedong Kirtya merupakan sebuah kekayaan seni ini yang sepatutnya dipelihara agar tidak rusak atau hilang, sehingga generasi selanjutnya dapat mengetahui isi dari kesenian sastra yang tertulis pada lontar-lontar tersebut. Museum ini bermula dari sebuah yayasan yang diberi nama “Kirtya Lefrink – Van der Tuuk” yang memang sengaja didirikan untuk menjaga kesenian sastra Bali. F.A Lefrink yang merupakan asisten bupati pemerintah Belanda di Bali pada waktu itu yang sangat tertarik dengan Kebudayaan Bali dan beliau juga sudah banyak membuat karya tulis mengenai Bali dan Lombok. Sedangkan Dr. H.N Van der Tuuk, adalah seorang sejarawan yang memberikan tanah dan bangunannya untuk digunakan sebagai museum yang sekarang dikenal sebagai Museum Gedong Kirtya.

Kontak

Alamat

Museum Gedong Kirtya
Daerah: Buleleng
Jl. Veteran No.20, Kp. Singaraja, Kec. Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali 81117
81117 Buleleng Bali
Indonesia

(0362) 22645